Wiwi
Wiwi

Minggu, 18 Juli 2021 17:22

Najwa Shihab Beberkan ke Publik Pejabat Indonesia Alami Anosmia

Najwa Shihab Beberkan ke Publik Pejabat Indonesia Alami Anosmia

Salah satu gejala Covid yang kini dialami para pejabat adalah hilang rasa atau anosmia. Sayangnya, gejala tersebut bukanlah rasa pada indera perasa, melainkan gejala hilang rasa yang dimaksud Najwa, yakni hilangnya rasa empati, rasa peduli dan simpati.

BUKAMATA – Presenter sekaligus Jurnalis, Najwa Shihab menyampaikan ke publik bahwa pejabat di negeri ini tengah terdampak gejala positif Covid-19.

Salah satu gejala Covid yang kini dialami para pejabat  adalah hilang rasa atau anosmia. Sayangnya, gejala tersebut bukanlah rasa pada indera perasa, melainkan gejala hilang rasa yang dimaksud Najwa, yakni hilangnya rasa empati, rasa peduli dan simpati.

"Gejala Pejabat, Anosmia Empati Sudah tahu gejala Covid-19 salah satunya itu anosmia atau hilang rasa, kan?," tulis Najwa Shihab dikutip Bukamata melalui akun Instagramnya Minggu (18/7/ 2021).

"Nah, akhir-akhir ini gejala tersebut tampaknya sedang dialami oleh beberapa pejabat negeri kita, hilang rasa untuk peduli, empati, dan simpati," ujarnya.

Najwa Shihab pun mengungkapkan beberapa contoh yang terjadi yang dilakukan para pejabat. Mulai dari lurah yang menggelar acara pernikahan, hingga pejabat yang meminta rumah sakit khusus.

Tak hanya itu, bahkan ada juga pejabat yang tidak mau dikarantina setelah melakukan perjalanan dari luar negeri.

"Ada lurah menggelar acara pernikahan anaknya di hari pertama PPKM Darurat, anggota dewan tidak mau dikarantina padahal baru pulang dari luar negeri, minta disediakan rumah sakit khusus pejabat negara, sampai minta keistimewaan untuk didahulukan dapat ICU," tuturnya.

Najwa menyayangkan sikap dari pejabat-pejabat yang hilang rasa tersebut.

Menurutnya, jika memang para pejabat tidak bisa memberikan solusi konkret, minimal tidak membebani rakyat dengan pernyataan yang menyakitkan.

"Saat situasi penting, kalau tetap tidak bisa hadir dengan solusi konkret, minimal jangan bebani rakyat dengan pernyataan menyakitkan," ungkapnya.

Apa yang dilakukan pejabat tersebut itu membuat luka yang menyakitkan, hingga rakyat merasa menderita.

"Pernyataan tanpa empati itu luka yang masih terasa diderita," pungkasnya.