GOWA, BUKAMATA - Begitu video oknum Sekretaris Satpol PP Gowa pemukul wanita pemilik kafe di Panciro, Gowa, viral, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan marah besar. Dia lalu menelepon pria yang bernama Mardani Hamdan itu.
Kebetulan, Adnan punya nomor kontak bawahannya itu. Kepada Mardani, Adnan meminta klarifikasi atas kejadian dalam video yang viral itu.
Di telepon, Mardani mengakui razia Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di rumah warga diwarnai aksi kekerasan alias pemukulan kepada pasutri, Ivan dan Riyana.
Mendengar pengakuan langsung dari Mardani, Adnan lantas meminta sang bawahan bertanggung jawab atas insiden tersebut.
"Kau telah berbuat, kau sebagai orang Gowa harus berani bertanggung jawab," ujar Adnan di telepon.
"Siap. Saya siap bertanggung jawab Pak Bupati," jawab Mardani.
Meski mengaku kenal dengan Mardani, Adnan menegaskan, dirinya tak akan pilih kasih. Dia bahkan menyebut Mardani bisa saja terkena sanksi berat setelah menjalani pemeriksaan oleh Inspektorat Kabupaten Gowa.
"Kita akan lihat nanti pemeriksaan Inspektorat, tapi kalau saya karena sekali lagi kita semua mengambil keputusan dan kebijakan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada, kalau saya berharap dia dihukum berat," katanya.
Adnan selaku kepala daerah setempat juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas insiden kekerasan yang dilakukan oleh bawahannya.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Gowa menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena ini sudah mengganggu kenyamanan kita," ucapnya.
Katanya, dirinya tak akan pernah mentolerir tindakan kekerasan. Menurutnya, dia selalu mewanti-wanti kepada aparatnya, agar menegakkan aturan secara humanis. Tidak boleh menggunakan aksi kekerasan.
Sebelumnya, pada Rabu malam, tim razia PPKM yang dipimpin Plt Sekda Gowa, Hj Kamsinah, dengan anggota Mardani Hamdan serta beberapa petugas, menggelar razia PPKM di sebuah kafe di Panciro, Gowa.
Dalam razia tersebut, tiba-tiba Mardani tersulut emosi dan memukul Ivan, pemilik kafe. Melihat suaminya dipukul, Riyana bereaksi. Dia mengambil tong sampah dan melemparkan ke arah Mardani.
Mardani makin emosi. Dia lalu melayangkan tinju ke wajah Riyana, mengenai pelipis kanan. Beberapa petugas lainnya melerai. Namun, Mardani kembali melayangkan pukulan ke Riyana yang mengaku hamil 9 bulan.
Ivan dan Riyana sudah melapor ke Mapolres Gowa. Kemarin hingga tadi malam, Mardani sudah diperiksa di Mapolres Gowa.
BERITA TERKAIT
-
Tokoh Pemuda Dukung Sosok Sekjen APKASI-Ketua PMI Sulsel Jabat Menpora
-
Adnan Purichta Ichsan Ajak HMI Ikut Persiapkan Pemimpin Masa Depan Bangsa
-
Bupati Adnan Nilai Kontribusi Muhammadiyah Cukup Besar Dalam Peningkatan SDM di Gowa
-
Akomodir 4.284 Tenaga Non ASN, Pemkab Gowa Buka Pendaftaran PPPK Hingga 15 Januari
-
Hari Jadi ke-704 Tahun, Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata Kabupaten Gowa