HAITI, BUKAMATA - Jovenel Moise mengerang. Sebanyak 28 pria tegap menerobos masuk ke istananya. Mematahkan lengan dan kaki kanan Presiden Haiti itu.
Kemudian yang lain menyekap putra dan staf sang presiden. Putri Moise sempat melarikan diri. Para kelompok pembunuh itu tak berhasil mendapatkannya.
Lalu, beberapa mengokang senjatanya. "Tretet tet tet tettt!" Senapan otomatis itu membuat tubuh Moise kejang-kejang lalu diam. Darah mengucur dari sekujur tubuhnya. Sang Presiden tewas dengan selusin lubang peluru.
Kondisi jenazah saat diautopsi oleh pihak forensik, menemukan bekas siksaan sadis itu. Istri Moise juga kena peluru pada kakinya. Namun, selamat setelah dirawat di rumah sakit.
Dilansir dari Anadolu, salah satu hakim yang melakukan penyelidikan, Carl Henry Destin mengatakan kepada surat kabar Haiti, Le Nouveliste, Presiden Moise disiksa dalam kamar tidur.
Kepala Kepolisian Nasional Haitain, Leon Charles mengatakan, kelompok yang membunuh Moise termasuk dua orang Amerika dan 26 orang Kolombia. Empat tersangka telah tewas tertembak dalam penangkapan.
Kedua orang Amerika telah diidentifikasi sebagai Joseph Vincent dan James Solages. Keduanya merupakan keturunan Haiti.
Duta Besar Haiti untuk AS, Bocchit Edmond menggambarkan para pelaku sebagai orang-orang yang profesional terlatih, pembunuh, komando.
Menteri Pertahanan Kolombia, Diego Molano mengatakan, para tersangka adalah mantan anggota militer. Negara ini pun mengalami krisis kepemimpinan.