MAKASSAR, BUKAMATA - Stunting sebenarnya bisa dicegah sejak dini. Namun, pendampingan stunting bukan dari anak yang baru lahir. Melainkan pada anak yang dalam masa pertumbuhan atau remaja. Demikian disampaikan Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar, Aryati Puspa Abady.
Menurut Puspa, sapaannya, anak-anak yang dalam masa pertumbuhan hingga remaja, harus mendapatkan perbaikan gizi. Begitu juga dengan calon pengantin. Mereka akan diberikan edukasi mengenai perbaikan gizi, agar nantinya mereka mendapatkan asupan gizi yang baik selama masa kehamilan.
Dengan demikian, pemberian asupan gizi yang baik pada ibu hamil lanjut dia, bisa meminimalisir terjadinya stunting. Jika nantinya ada anak yang lahir stunting, maka Dinas Kesehatan dan BKKBN sebut Puspa, akan mengintervensi lebih masif pada anak yang bersangkutan.
"Termasuk misalnya pemberian gizi tambahan, susu formula, atau berbagai hal atau pemberian makanan yang bergizi itu diberikan dengan baik oleh teman-teman SKPD. Jadi kita memang kerjanya harus masif dan harus kolaboratif," ujar Puspa.
BERITA TERKAIT
-
Perkuat Kolaborasi Pentahelix, GENTING Sulsel-Makassar Dorong Percepatan Penurunan Stunting
-
Pemkot Makassar Evaluasi Program Penurunan Stunting Semester I 2026, Perkuat Sinergi Lintas Sektor
-
Pemkot Makassar Perkuat Program Bangga Kencana, Dorong Terwujudnya Keluarga Berkualitas
-
Menteri Sosial Resmikan Gerakan Nasional Peduli Tetangga, Perkuat Solidaritas dan Perlindungan Sosial
-
Pelatihan CTU Lima Hari Resmi Ditutup, DPPKB Makassar Dorong Peningkatan Kualitas Layanan KB