MAKASSAR, BUKAMATA - Angka stunting di Makassar memang lebih rendah dari nasional. Namun, bukan berarti pemerintah harus berdiam diri. Angka stunting harus terus ditekan. Itu tekad dari Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar, Aryati Puspasari Abady.
Puspa mengatakan, penanganan stunting, bukan hanya berbasis lorong dan keluarga. Tetapi juga melibatkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Juga melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Dinas Kesehatan, Bappeda, Dinas Tanaman Pangan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan hingga Dinas Pekerjaan Umum.
Puspa bilang, jika penanganan stunting melibatkan semua sektor, maka akan jauh lebih mudah. Apalagi kata dia, saat ini ada program Makassar Recover yang salah satu bagiannya adalah Tim Detektor yang mendeteksi kesehatan warga dari rumah ke rumah.
Dengan program ini kata dia, stunting juga diharapkan bisa terdeteksi. "Karena mendatangi rumah ke rumah, maka sekalian juga kita bisa deteksi sejak awal apakah di rumah-rumah tertentu ditemukan anak-anak yang stunting," ungkapnya.
BERITA TERKAIT
-
DPPKB Makassar Pilih Duta Genre 2025, Muh. Ikrimah Algifary dan Selvia Virginia Raih Gelar Juara Pertama
-
Indira Yusuf Ismail Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan Cegah Stunting
-
DPPKB Makassar Gandeng 47 Puskesmas Beri Pelayanan KB Gratis
-
DPPKB Ditunjuk Jadi Koordinator Penanganan Stunting
-
Apa Saja Jenis Alat Kontrasepsi yang Diminati Warga Makassar? Berikut Daftarnya...