Isu Rp2 Miliar untuk Helikopter Dibantah, Pemprov Sulsel Siap Tempuh Jalur Hukum
02 April 2026 16:47
Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Makassar, berharap semua stakeholder berpadu dalam penanganan stunting di kota ini.
MAKASSAR, BUKAMATA - Angka stunting di Makassar memang lebih rendah dari nasional. Namun, bukan berarti pemerintah harus berdiam diri. Angka stunting harus terus ditekan. Itu tekad dari Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar, Aryati Puspasari Abady.

Puspa mengatakan, penanganan stunting, bukan hanya berbasis lorong dan keluarga. Tetapi juga melibatkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Juga melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Dinas Kesehatan, Bappeda, Dinas Tanaman Pangan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan hingga Dinas Pekerjaan Umum.
Puspa bilang, jika penanganan stunting melibatkan semua sektor, maka akan jauh lebih mudah. Apalagi kata dia, saat ini ada program Makassar Recover yang salah satu bagiannya adalah Tim Detektor yang mendeteksi kesehatan warga dari rumah ke rumah.
Dengan program ini kata dia, stunting juga diharapkan bisa terdeteksi. "Karena mendatangi rumah ke rumah, maka sekalian juga kita bisa deteksi sejak awal apakah di rumah-rumah tertentu ditemukan anak-anak yang stunting," ungkapnya.
02 April 2026 16:47
02 April 2026 16:03
02 April 2026 15:57
02 April 2026 15:15
02 April 2026 14:22
02 April 2026 11:56
02 April 2026 09:30
02 April 2026 11:10
02 April 2026 11:25