PINRANG, BUKAMATA - Minggu, 27 Juni 2021. Pagi itu, jarum jam menunjukkan pukul 07.00 Wita. Ashari (25) meninggalkan rumah kosnya, Rumah Kost Pondok Khayla Jl Kijang, Kelurahan Maccorawalie, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang.
Saat itu dia diantar istrinya, Sri Irmawati Nur (34) hingga ke depan pintu. Sedang putranya, Muhammad Adri (10), masih tertidur. "Saya pergi dulu na," ujar Ashari.
"Iye, hati-hatiki," ujar Sri.
Buruh bangunan itu lalu naik ke sepeda motornya, menstarternya, lalu melajukan menuju ke tempat kerjanya di depan Hotel Permata Jl Jenderal Sudirman, Kelurahan Maccorawalie, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang.
Pukul 11.55 Wita, Ashari menghubungi istrinya melalui ponsel. Akan tetapi tak diangkat. Perasaan Ashari tak enak. Dia lalu mengambil sepeda motornya, lalu melajukan pulang ke rumah.
Sementara itu, di rumah kos, pukul 11.00 Wita, seorang pengantar galon berinisial AS (19), datang mengantar galon pesanan Sri. Dia mengangkatnya masuk ke dalam rumah.
Tiba-tiba, pandangannya tertuju pada Sri yang mengenakan pakaian seksi. Nafsu birahi AS muncul. Apalagi saat itu, dia melihat korban sendirian.
Dia lalu memegang tangan Sri, dan mendorongnya ke tempat tidur. Namun, Sri melawan. Pelaku lalu meraih sebuah pisau dapur di dekat tempat tidur. Dia lalu menikam Sri dua kali.
Sri sekarat. Pelaku lalu melanjutkan hendak memperkosa korban. Tiba-tiba, pintu WC terbuka. Muhammad Adri (10) putra korban keluar dari kamar mandi.
Pelaku berbalik lalu meninju perut korban. Adri hendak lari keluar meminta tolong, namun pelaku menghujamkan pisau dua kali ke perut bocah itu. Bocah itu pun sekarat.
Pelaku lalu keluar, mengunci kamar dari luar dan melemparkan kuncinya ke sungai.
Pukul 11.15 Wita, Maya (30), tetangga korban mendengar seperti ada suara perkelahian dari arah kamar korban.
Maya lalu keluar dari kamarnya. Dia melihat AS keluar dari kos. Maya lalu hendak membuka pintu kamar Sri, tapi terkunci. Dia pun masuk kembali ke dalam kamarnya. Dia tak tahu kalau di dalam kamar itu, Sri dan putranya sedang sekarat.
Pukul 12.00 Wita, Ashari sampai di rumah kosnya. Dia kembali menghubungi ponsel istrinya. Ada nada dering terdengar dari dalam kamar. Dia bergegas memutar gerendel. Tapi terkunci. Ashari lalu meminta kunci serep ke ibu kos.
Saat membuka pintu kamar, Ashari sejenak terhenyak. Tak percaya apa yang dilihatnya. Istri dan putranya terbujur bersimbah darah.
"Tolong...tolong!!!," Ashari berteriak membuat tetangga berdatangan.
Maya juga keluar dari kamarnya. Baru dia tahu kalau Sri sudah tak bernyawa di dalam kamar kosnya.
Wakapolres Pinrang Kompol Muhabar didampingi Kapolsek Watang Sawitto Kompol Hajeri dan Kasat Reskrim Polres Pinrang, Iptu Deki Marizaldi dan KBO Sat Intelkam Polres Pinrang, Ipda Nasrum datang ke lokasi dan melakukan penyelidikan. Tiga jam kemudian, pelaku AS dibekuk di Jl Beruang, Kelurahan Maccorawalie, Kecamatan Watang Sawitto, Pinrang.
Dia mengakui perbuatannya. Turut diamankan tiga pisau dapur dan satu gunting.
Penulis: Jun
BERITA TERKAIT
-
Ini Motif Pelaku Habisi Nyawa Ibu dan Anak di Pinrang
-
Pengantar Galon Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Pinrang
-
Mertua Korban: Anak Saya Nikahi Korban dengan Status Janda
-
Sebelum Ditemukan Tewas, Anak Korban Pembunuhan di Pinrang Sempat Keluar Minta Tolong
-
Breaking News: Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Rumah Kos Pinrang Ditangkap