MAKASSAR, BUKAMATA - Hingga saat ini, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat belum menetapkan jadwal pasti Musyawarah Daerah DPD Demokrat Sulsel. Padahal, jelang suksesi kepemimpinan ini, sejumlah pihak menilai Demokrat perlu berbenah menjawab sejumlah tantangan ke depan.
Seperti diungkap pakar Komunikasi Politik dari Universitas Hasanuddin, Dr Hasrullah. Dia mengurai sejumlah alasan, mengapa Demokrat Sulsel perlu berbenah. Yang utama adalah, besarnya tantangan kontestasi politik di level nasional mendatang.
"Pemilihan legislatif dan pemilihan presiden perlu menjadi fokus utama Demokrat dalam serangkaian musda daerah yang akan digelar nanti," ujar Hasrullah, di Makassar, Jumat, 25 Juni 2021.
Idealnya kata dia, apapun hasil suksesi pemimpin di sejumlah daerah, termasuk Sulsel, harus bisa memberi perubahan positif pada peta kekuatan internal Demokrat menatap pilpres dan pileg itu.
"Jika terkait pileg, maka Demokrat punya PR (pekerjaan rumah) agar menghasilkan kekuatan baru lewat musda yang bisa memperbaiki kuantitas dan kualitas anggota DPR RI yang lolos," kata Hasrullah.
Pada pileg 2019 lalu, Demokrat harus rela kehilangan 1 kursi Senayan, 1 kursi DPRD Sulsel, dan puluhan kursi di kabupaten kota se-Sulsel. Di Sulsel, partai yang didirikan sejak 2001 oleh SBY ini, ketinggalan dibanding partai lebih muda lain seperti Nasdem (2011) dan Gerindra (2008). Padahal, Sulsel adalah barometer kekuatan politik Indonesia Timur.
Belum lagi, sambung Hasrullah, Demokrat yang ternyata menyiapkan calon presiden pada pilpres 2024 mendatang. Benang merah antara ancang-ancang menatap pilpres dengan suksesi di daerah mutlak pararel.
"Artinya, suksesi di daerah penting menghasilkan kuda-kuda petarung untuk menatap peperangan di Pilpres. Khusus kekuatan Demokrat di Sulsel sekarang, boleh jadi akan berlipat ganda jika Musda berhasil menelorkan komposisi figur yang lebih baik," tegas Hasrullah.
Pemerhati politik Sulsel, Ras MD, menambahkan, tantangan lain yang harus bisa terjawab lewat suksesi kepemimpinan di Demokrat Sulsel adalah ketatnya kompetisi lokal.
"Kemampuan Demokrat mencetak kader yang bisa bertarung di Pilpres adalah sebuah kebanggaan. Di daerah, penting menciplak kesuksesan serupa. Sangat elegan ketika Demokrat bisa mengusung kader sendiri di Pilpres, lalu di daerah-daerah ternyata bisa mengusung kader sendiri untuk pilgub dan pilkada kabupaten kota," sambung Direktur
Parameter Publik Indonesia ini, di Makassar, 25 Juni 2021.
Parpol yang bisa mengusung kader sendiri di perhelatan politik selalu bisa mendapat manfaat berlipat. Di antaranya, soliditas kader lebih terjaga, marwah partai yang lebih tegak, dan semangat totalitas kader yang lebih membara. (*)
TAG
BERITA TERKAIT
-
Reses di Ballaparang, Anggota DPRD Makassar Rezki Terima Keluhan Soal PKH yang Tak Tepat Sasaran
-
Harris Kalah Pilpres AS, Demokrat Salahkan Biden
-
Demokrat Resmi Usung Appi-Aliyah di Pilwalkot Makassar, ARA: Sama-sama Menangkan Mulia
-
Partai Demokrat Serahkan Dukungan B1KWK ke Chaidir - Suhartina
-
Dapat Rekomendasi Golkar, Appi Tegaskan Berpaket dengan Aliyah Mustika di Pilwalkot Makassar