LUWU, BUKAMATA - Dinas Pertanian Kabupaten Luwu bersama Anggota DPRD Luwu, Ridwan Bakokang, serta Sejumlah Petani Muda melakukan 'Studi Tiru'. Itu dalam upaya meningkatkan kapasitas petani dan kelompok tani, khususnya terkait pengolahan Hasil Panen Kopi sampai pada Pemasaran di Provinsi Bali.
Seperti diketahui, Pulau Bali juga terkenal dengan komoditinya yakni kopi kintamani. Kopi ini bahkan telah terkenal tidak hanya di kalangan pencinta kopi Indonesia, tetapi juga telah mendunia.
Dalam kunjungannya tersebut, Dinas Pertanian Luwu yang dipimpin Kadis Pertanian Luwu, Albaruddin Andi Picunang, berserta jajarannya dan Petani Muda, mendatangi Dinas Pertanian Provinsi Bali.
Kedatangan Dinas Pertanian Luwu bersama sejumlah Petani Muda, Rabu, 16 Juni 2021, disambut langsung Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Provinsi Bali, Ir, Lanang Aryawan, M,MA. Dalam pertemuan tersebut tetap mengedepankan Protkes yang ketat.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian Luwu, Albaruddin Andi Picunang, menyampaikan ucapan terima kasihnya karena telah diterima dalam kunjungannya tersebut, serta menyampaikan ucapan salam dari Bupati Luwu. Ia menyampaikan, Maksud dan tujuan datang ke Bali untuk untuk belajar dan meniru upaya peningkatan pemberdayaan petani melalui pengolahan hasil panen kopi hingga pemasarannya.
"Kegiatan ini jauh sebelumnya sudah kami rencanakan terkait dengan studi tiru ini, khususnya untuk komoditi kopi. Kami melihat bahwa ada kesamaan Bali dan Luwu terkait dengan potensi Komoditi Kopi. Di Kabupaten Luwu ada 5 ribu hektare tanaman Kopi yang didominasi arabika, di wilayah pengunungan Luwu yakni Kecamatan Bastem dan Latimojong. Kunjungan kami ini bersama dengan petani kopi ini, untuk melihat langsung inovasi pengolahan kopi di Bali," ujarnya.
Melalui Studi Tiru ini, Albaruddin mengharapkan ke depan ada perubahan. Bukan hanya soalnya budidaya kopi, tetapi bagaimana pengolahannya terutama pasca panen hingga pemasarannya. Sesuai arahan Kementerian Pertanian kata Albaruddin, setiap komoditi pengolahannya harus sampai selesai, sehingga mempunyai nilai ekonomi dan dampak sosial yang sangat luas.
Albaruddin mengharapkan, para petani muda khususnya komoditi kopi ini, bisa memaksimalkan kunjungan ini dan bisa menerapkan inovasi yang nantinya diterapkan di Kabupaten Luwu.
Sementara itu, Anggota DPRD Luwu, Ridwan Bakokang, dalam kesempatan tersebut, menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Pemerintah Provinsi Bali, khususnya Dinas Pertanian Provinsi. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan, melalui kunjungan ini untuk mendorong petani kopi di Kabupaten Luwu untuk terus maju, mengingat Luwu juga memiliki kualitas kopi yang sangat baik yakni jenis Arabika dan Robusta.
"Kita ketahuan bahwa di Provinsi Bali memiliki varietas kopi yang sangat luar bisa dan sangat berkualitas, tentunya untuk mendapatkan varietas kopi yang berkualitas pasti membutuhkan pengolahan yang baik, sehingga kami melalui kunjungan ini, sebagai keterwakilan masyarakat berharap apa yang kemudian kami lakukan bersama dengan petani kopi bisa mendapatkan wawasan dan pengalaman sehingga potensi Kopi Kabupaten Luwu bisa semakin maju," terangnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Provinsi Bali, Ir, Lanang Aryawan, M,MA, saat diwawancarai media, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Dinas Pertanian Luwu. Ia menyebutkan, kehadiran Petani Muda atau millenial menjadi sebuah langkah jitu dari Kabupaten Luwu, karena tidak mudah menggerakkan anak muda untuk bergerak di bidang sektor pertanian.
"Apa yang terjadi dan hari ini kita lihat hari ini yakni Luwu mengirim anak-anak muda kesini itu bagian dari petani-petani yang akan mengambil stafet kelanjutan pertanian di Kabupaten Luwu. Saya yakin dengan kondisi seperti ini jika daerah berfikir sama maka pertanian kita bukan sebagai wacana tapi pertanian kita semakin jaya dan maju," ujarnya.
Penulis: Irwan Musa
TAG
BERITA TERKAIT
-
Bantuan Keuangan Pemprov Sulsel untuk Ruas Jalan Prioritas di Luwu Rampung 100 Persen
-
Setelah Palopo, Pj Gubernur Prof Fadjry Djufry Uji Coba Makan Bergizi dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Luwu
-
Gempa Magnitudo 3,9 Guncang Luwu
-
Proyek Awak Mas di Luwu Serap 70 Persen Lebih Tenaga Kerja Lokal
-
Wakili Sulsel di Ajang Apresiasi KIP 2024, Berikut Sederet Prestasi Desa Langkidi