MAKASSAR, BUKAMATA - Forum Pemerhati Karebosi (FPK) menyangkan insiden keributan antara petugas keamanan lapangan Karebosi dengan seorang penjual jalangkote. Harusnya insiden itu tak terjadi, jika dibicarakan secara kekeluargaan.
"Terkait terjadinya kisruh antara penjual jalangkote Karebosi dengan petugas keamanan Dispora, maka sangat disayangkan. Analisa kami, seandainya pada saat penertiban berlangsung ada pejabat dari Dispora atau UPT yang mendampingi, hal tersebut tidak akan terjadi, karena kurang
perhatian, maka hal hal yang dianggap sepele itu terjadi," kata Ketua Forum Pemerhati Karebosi, Danu Sulaiman, melalui keterangan tertulisnya, Senin (14/7/2021).
Danu juga menyesalkan sikap arogan petugas kemanan lapangan Karebosi dari Dinas Pemuda dan Olaraga Makassar. Harusnya pendekatan persuasif sangat diperlukan saat penertiban.
"Contoh mi saat kejadian berlangsung, sempat ada keluar kata kata yang kurang pantas, dari mulut oleh oknum petugas keamanan dispora tersebut. Berdasarkan video yang kami lihat oknum petugas tersebut juga ikut menyebut nyebut beberapa nama, termasuk nama pejabat dan mantan pejabat tinggi di kota Makassar," jelasnya.
"Sekali lagi, ini kami sampaikan secara tegas, semua kegiatan penertiban kedepannya, ada pejabat dinas atau penanggung jawab UPT yang mendampingi atau minimal petugas mengantongi surat tugas resmi, biar ada dasar pegangan mereka di lapangan," tambahnya.
Namun, Danu juga tetap menghargai petugas keamanan yang menjalankan tugas dan arahan pimpinan. Hal tersebut sebagai porsi tugas petugas keamanan.
"Tanggapan saya pada dasarnya yang dilakukan oleh petugas keamanan itu sudah baik dan benar, kompleks olahraga karebosi memang merupakan tanggung jawab Dispora Kota Makassar, sebagai pengelolanya dan kami dari pihak pemerhati karebosi, merupakan mitra Dispora melalui UPT Karebosi, terkait hal pengelolaan lapangan sepak bola," tegasnya.