BUKAMATA - Seorang bayi berusia lima bulan di Inggris telah dirawat dengan obat "paling mahal di dunia" yang berpotensi menyelamatkan nyawanya.
Arthur Morgan menderita atrofi otot tulang belakang. Dia didiagnosis dengan kondisi tersebut awal bulan ini, dan menerima terapi gen Zolgensma di Rumah Sakit Anak Evelina London pada 25 Mei.
Terapi gen itu seharga £1,79 juta (Rp36 miliar) per dosis, dan disebut sebagai obat termahal di dunia.
Atrofi otot tulang belakang (SMA) adalah penyebab genetik utama kematian pada anak-anak, dan obatnya baru tersedia dua tahun yang lalu.
Arthur Morgan lahir prematur pada usia kehamilan enam bulan dan menderita SMA Tipe 1, yang merupakan bentuk paling umum dari kondisi tersebut.
Dia mengalami kelemahan otot yang progresif, kehilangan gerakan, kesulitan bernapas, dan memiliki harapan hidup hanya dua tahun.
Meski sangat mahal, terapi gen Zolgensma satu-satunya harapan bagi bayi Morgan yang bisa memberinya kemampuan untuk duduk, merangkak, dan berjalan.
"Kami masih tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi ini memberi Arthur kesempatan terbaik untuk memberinya masa depan terbaik," kata ayahnya.
Dr Elizabeth Wraige, konsultan ahli saraf anak di Rumah Sakit Anak Evelina London, mengatakan: "Perawatan ini akan membawa harapan bagi keluarga yang terkena dampak SMA yang telah berjuang dengan berani melawannya."