Militer Mali Menahan Presiden dan Perdana Menteri
Penahanan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah perombakan pemerintah
BUKAMATA - Mali dikawatirkan sedang menghadapi kudeta kedua dalam setahun. Pada hari Senin, Presiden Bah Ndaw dan Perdana Menteri Moctar Ouane dilaporkan telah ditahan oleh tentara.
Mereka dibawa ke kamp militer Kati dekat ibu kota, Bamako. Menteri Pertahanan Mali, Souleymane Doucouré juga dilaporkan telah ditahan.
Pada Senin malam, PM Ouane mengatakan kepada AFP melalui telepon bahwa tentara "datang untuk menjemputnya". Namun dia tidak berbicara banyak karena sambungan telepon kemudian diputus.
Penahanan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah perombakan pemerintah, yang membuat dua perwira senior militer yang mengambil bagian dalam kudeta tahun lalu diganti.
Ndaw dan Ouane dilantik pada September lalu setelah junta militer yang berkuasa setuju untuk menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah transisi sipil, di bawah tekanan internasional yang semakin meningkat.
Sebulan sebelumnya, junta merebut kekuasaan setelah tentara pemberontak mengepung rumah Presiden Ibrahim Boubacar Keita dan melepaskan tembakan ke udara.
Keita kemudian mengumumkan pengunduran dirinya di televisi nasional, dengan mengatakan bahwa dia tidak ingin darah tertumpah demi tetap menjabat.
Sekarang, penahanan kedua pemimpin transisi ini telah menimbulkan kekhawatiran baru tentang apakah pemerintah transisi dapat melanjutkan rencana untuk menyelenggarakan pemilihan demokratis baru pada Februari mendatang di Mali.
Uni Afrika, Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat, Uni Eropa dan AS mengutuk penangkapan tersebut, dengan mengatakan politisi top Mali harus dibebaskan tanpa prasyarat apapun.
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
