Ingat Shaimaa! Calon Pengantin Gaza yang Tewas Tersenyum Dibom Israel
Nama saya Shaimaa, umur 21 tahun, tinggal di Gaza. Saya adalah mahasiswa kedokteran gigi tahun ketiga.
BUKAMATA - Shaimaa, nama itu kini terkenal di dunia, dan menjadi bukti memilukannya serangan udara Israel di Gaza. Meski tewas mengenaskan, mayat wanita muda ini ditemukan di antara reruntuhan dalam keadaan tersenyum.
Shaima: Nama saya Shaimaa, umur 21 tahun, tinggal di Gaza. Saya adalah mahasiswa kedokteran gigi tahun ketiga.
Saya sangat bersemangat karena dua alasan, pertama, saya sedang dalam perjalanan untuk mencapai impian seumur hidup saya, yaitu akan menjadi seorang dokter gigi.
Yang kedua saya akan menikah sebulan setelah Idul Fitri. Saya telah bertunangan dengan Anas selama dua setengah tahun.
Kami telah bekerja untuk menyiapkan apartemen kami dan itu hampir selesai, kami hanya berdebat sedikit tentang warna cat dan jenis furnitur, tapi kami sudah tahu semuanya.
Gaun pengantin saya sudah siap. Saya mencobanya beberapa hari yang lalu, perencanaan pernikahan juga berjalan lancar.
Saya tidak sabar untuk menghabiskan sisa waktu saya. hidup bersama Anas. Saya tidak sabar ingin berkeluarga, banyak anak dan taman yang indah.
Anas: Menikahi Shaimaa sudah menjadi impian saya. Saya telah menunggu dengan sabar, bekerja sangat keras untuk menghemat uang dan mempersiapkan rumah masa depan kami dan saya tidak sabar menunggu hari pernikahan kami. Saya tidak sabar untuk menghabiskan sisa hidup saya dengan dia.
Shaimaa, setiap orang menyukai kepribadian lembutmu dan senyum tulusmu. Tapi tidak ada yang lebih mencintaimu dari saya. Saya mencintaimu melebihi kata-kata. Melihat wajahmu selalu memberiku harapan dan alasan untuk terus maju.
Shaimaa: Idul Fitri hari kedua, saya di rumah bersama Ibu, Ayah, dan saudara perempuan saya. Saya mendengar suara yang memekakkan telinga, pengeboman dimulai. Suara yang sangat keras sepertinya sudah sangat dekat, Anas mengirim sms bertanya bagaimana kabarku.
Saya menjawab bahwa saya baik-baik saja tapi takut. Hatiku gemetar.
Anas: Saya menerima sms Shaimaa. Dia bilang dia baik-baik saja tapi takut. Saya mengiriminya pesan agar dia mencoba bersembunyi di suatu tempat. Hati saya gemetar, pesan tidak terkirim.
Shaimaa: Setelah saya mengirimimu pesan terakhir, suara ledskan menjadi sangat keras. Kemudian... Saya tidak bisa merasakan apa-apa, ketika sebuah bom besar jatuh di atas rumah saya dan saya menemukan diri saya dalam dimensi yang berbeda.
Saya tahu pesan terakhirmu tidak terkirim, tetapi saya melihatnya, karena sekarang saya adalah roh mengambang di surga, mengawasi dari atas, orang tua saya dan saudara perempuan saya juga bersama saya.
Saya tahu kamu bekerja dengan responden pertama selama 10 jam untuk membersihkan puing-puing, berharap kamu dapat menemukanku hidup. Saya tahu hatimu hancur, maafkan aku, tubuhku tidak bisa menahan rasa sakit.
Ingat Shaimaa ...
Sebut namanya ...
Dia adalah manusia ...
Dia punya keluarga ...
Dia punya rencana ...
Dia punya mimpi....
Dia dicintai....
Dia bukan angka ....
Shaimaa tewas bersama kedua orang tua dan adiknya dalam pembantaian jalanan Alwihda di kota Gaza yang dilakukan oleh pesawat tempur Israel. Sebanyak 42 orang tewas dalam kejadian itu saja, banyak yang luka-luka.
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
