MAKASSAR, BUKAMATA -- Kamis, 6 Mei 2021. Sekira pukul 21.15 Wita, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, menyambut kedatangan Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Sigit Prasetyo Prabowo dengan Marsekal TNI Dr. Hadi Tjahjanto, S.I.P. di Hotel Claro, di Jalan Andi Pangeran Pettarani.
Ini kunjungan Kapolri yang ke empat kalinya ke Kota Angin Mamiri. Kedua Jenderal Bintang Satu itu, hanya transit di Kota Makassar untuk menuju ke Papua.
Selain itu diketahui, dalam kunjungan Kapolri bersama Panglima TNI, hanya ingin memastikan bahwa Operasi Ketupat di tahun 2021 di Sulawesi Selatan dan Kota Makasaar berjalan aman dan kondusif.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu yang ditemui di lobi Claro mengatakan, kunjungan Kapolri tidak lain hanya ingin memastikan harapan pemerintah pusat terlaksana dengan baik untuk memutuskan matai rantai pandemi Covid-19.
"Kapolri menyempatkan untuk ke kota Makassar, tidak lain untuk memastikan operasi ketupat tahun 2021 berjalan sesuai dengan harapan pemerintah pusat untuk memutuskan mata rantai pandemi Covid-19," ujar mantan Direktorat Intel Polda Sulsel ini.
Komisaris Besar Polisi Witnu juga menambahkan, dengan kehadiran Kapolri Jenderal Polisi Sigit Prasetyo Prabowo bersama Marsekal TNI Dr. Hadi Tjahjanto, S.I.P, secara tidak langsung telah memberikan motivasi bagi seluruh personel TNI-Polri yang melaksanakan tugas Operasi Ketupat di tahun 2021.
"Tentunya hal ini sebagai bentuk perhatian dari Bapak Kapolri terhadap seluruh personil Polda Sulsel khususnya untuk personil Polrestabes Makassar saat menjalankan tugas negara dalam rangka memberi rasa aman kepada masyarakat," pungkas Kombes Pol Witnu Urip Laksana.
Penulis: Maulana
BERITA TERKAIT
-
Prabowo Puji Kepemimpinan Polri: Polisi Sungguh Turun ke Rakyat
-
Kapolri Tunjuk Novel Baswedan jadi Kepala Satgassus
-
Kunjungi Bone, Kapolri dan Mentan RI Panen Jagung hingga Terima Gelar Adat Bugis
-
Prabowo Tegaskan Tak akan Ganti Panglima TNI dan Kapolri
-
Serentak Se-Indonesia Bersama Mentan dan Kapolri, Pj Gubernur Prof Fadjry Djufry dan Forkopimda Kompak Tanam Jagung di Jeneponto