BUKAMATA - Seorang sopir Makassar-Sidrap nekat membawa rombongan mudik, meskipun sudah ada larangan mudik. Namun, dalam perjalanan seluruh penumpang protes karena mobilnya malah mengarah ke Takalar.
"Tenang saja, Pak, Bu! Insyaallah kita akan tiba di Sidrap," ucapnya santai sambil terus memainkan kemudi.
Begitu tiba di perbatasan Gowa, mobil dihentikan oleh petugas razia mudik. Sang sopir berusaha tetap tenang.
"Dari mana, mau ke mana, Pak?"
"Dari Sidrap mau ke Takalar, Pak," ucap sang sopir berusaha sesantai mungkin.
"Mohon maaf, Pak. Mulai hari ini sudah berlaku pelarangan mudik."
"Tapi bagaimana, Pak? Kami sudah berjalan jauh?"
"Nggak ada alasan, silakan putar balik ke Sidrap!"
"Tapi, Pak, takutnya kami juga sudah tidak bisa lagi kembali ke Sidrap karena dicegat di Maros."
"Nanti kami buatkan surat pengantar bahwa kalian harus pulang ke Sidrap."
"Yess..." teriak batinnya.
Diikuti senyum semringah para penumpangnya. ????????
(a credit by S Gegge Mappangewa orang WETTEe)
***
BERITA TERKAIT
-
Telkomsel Regional Sulawesi Catat Kenaikan Trafik Broadband 18,2 Persen Selama Ramadan - Idulfitri 1446 H
-
Wali Kota Makassar Tarawih Bersama Warga, Ingatkan Keutamaan 10 Malam Terakhir Ramadan
-
Ini Cara Tingkatkan Kualitas Ibadah Saat Ramadan, Salah Satunya Jaga Salat Wajib
-
Bank Indonesia Hadirkan Kendaraan Kas Keliling pada Program SERAMBI 2025 di Kepulauan Selayar
-
Momen Mengharukan di Liga Europa: Laga Real Sociedad vs Manchester United Dihentikan untuk Berbuka Puasa