MAJENE, BUKAMATA - Jumat, 23 April 2021. Jarum jam menunjukkan pukul 01.15 Wita. Anugrawaty masih lelap dalam tidurnya. Demikian pula Aco, kakaknya di kamar sebelah. Juga ibunya di ruang tengah.
Dalam remang dini hari itu, sesosok pria bertubuh gempal mengendap-endap mendekati rumah. Masuk dari pintu yang tak dikunci. Sengaja tak dikunci. Pemilik rumah masih trauma gempa yang melanda Majene dan Mamuju Januari lalu.
Usai membuka grendel pintu, pria itu ke dapur. Pandangannya mencari barang berharga. Sebuah tabung pink menarik perhatiannya.
Dia lalu ke ruang tengah, menyelidiki jangan sampai ada penghuni yang terjaga. Dia melihat sebuah kamar dengan kunci tergantung dari luar. Dia lalu mengunci pintu kamar yang merupakan kamar milik Aco itu. Kemudian melintasi ruang tengah, dia melihat seorang ibu tengah pulas.
Masuk ke kamar, sebelah, si pria gempal melihat seorang wanita muda sedang pulas. Mengenakan daster hitam. Juga sarung salat. Itu Anugrawaty.
Pria gempal itu kembali ke dapur. Membuka selang tabung pink, lalu mengangkat tabung itu ke halaman. Masih berat. Pasalnya, masih berisi.
Tiba-tiba dia berhenti. Pria gempal itu terobsesi dengan wanita berdaster hitam di kamar sebelah. Dia masuk, mematikan lampu kamar itu. Baru saja tangannya menjulur ke arah wajah, hendak membekap, wanita itu refleks terbangun. "Siapa itu? Acoooo, ada orang!!!" teriaknya memanggil kakaknya.
Si pria gempal panik. Dia lalu lari keluar. Pontang panting tanpa memakai sendal. Sementara dari dalam kamar, Aco, kakak laki-laki Anugrawaty, mengamuk sambil mengguncang pintu kamar. Anugrawaty lantas membuka kunci kamar. Aco keluar dengan parang panjang yang memang selalu tersimpan di kamarnya.
Dalam gelap malam, dia melangkah keluar, menyisir setiap tanaman. Jangan sampai si pencuri gempal itu ngumpet di sana. Hasilnya nihil. Kepala si gempal sudah "runcing" berlari. Meninggalkan sendal hitam "New Era" yang buluk oleh debu. Juga tabung pink yang tak kuasa dia bawa lari.
"Untung saja tadi malam saya tidur dengan pakaian lengkap, biasanya cuma boxer alas UFC," ujar Anugrawaty.
Wanita ASN yang bertugas di Humas Pemkab Majene itu mengaku saat itu memang dirinya hendak bangun memasak. Sehingga, lampu tak dimatikan. Dia sudah setengah terjaga, ketika si pencuri itu masuk ke dalam rumahnya.
"Alhamdulillah, Allah masih menolong," terang mantan jurnalis Fajar TV itu.
BERITA TERKAIT
-
Puluhan Warga Gagalkan Aksi Pencurian Burung Merpati di Bone
-
Pria Majene Ini Dibombardir Gas Air Mata Usai Bacok 4 Pria
-
Mobil Tertimpa Longsoran Batu di Majene, Ayah Tewas, Anak Selamat Dipeluk Ibu
-
Seorang Mahasiswa di Majene Sulbar Gantung Diri, Polisi Masih Periksa Motifnya
-
Balkon Rumah Kos di Majene Rubuh, Satu Penghuni Tewas