BONE, BUKAMATA - Sebuah video viral. Tampak mobil pikap melaju membawa sejumlah sejumlah orang di belakangnya. Pikap itu juga membawa alat pengeras suara yang memutarkan musik untuk membangunkan warga sahur.
Namun lagu yang diputar melalui pengeras suara merupakan musik-musik diskotek, yang dibarengi joget erotis. Tampak dua orang berpenampilan seperti wanita melakukan joget erotis. Disambut dengan sorakan oleh sejumlah pria di bak mobil dan yang mengendarai motor.
Video itu dikecam MUI Sulsel. Aksi membangunkan orang-orang untuk sahur itu disebut menodai agama.
"Apalagi (aksi joget erotis) dishooting dan di-share (disebar) kemana-mana, itu sebenarnya menodai ajaran islam yang sangat luhur," ujar Sekretaris MUI Sulsel Muhammad Ghalib.
Polisi melakukan penelusuran. Ternyata lokasinya di Kecamatan Ajangale, Bone. Polisi sudah mengamankan pelaku. Ada 10 orang. Kapolsek Ajangale, Bone, Iptu Abdul Hamid Azikim menyebutkan kalau pelaku adalah waria. Bukan wanita.
"Sudah diamankan kemarin setelah kita amankan kita berikan pembinaan dan siraman rohani dari ustadz," kata Iptu Abdul Hamid.
Menurut Hamid, usai diceramahi ustaz, para pelaku telah dipulangkan ke orang tua masing-masing dengan alasan pembinaan. Pembinaan tersebut juga turut diawasi pemerintah dan aparat setempat.
"Kita kedepankan pembinaan. Setelah itu kita bikinkan pernyataan, ditandatangani Lurah, Bhabinkamtibmas dan Babinsanya, setelah itu kita panggil orang tuanya, karena ini rata-rata masih anak-anak di bawah 20 tahun lah," tutur Hamid.