Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Seorang warga Takalar meninggal usai seminggu menjalani vaksinasi Covid-19. Sebelumnya, dia demam dua hari pasca vaksin.
MAKASSAR, BUKAMATA - Senin, 15 Maret 2021. Sulaiman Dg Tika (50), pegawai outsourcing PLN menjalani vaksinasi periode pertama di kantornya di PLN Gardu Induk Daya, Makassar.
Namun, dua hari sejak divaksinasi, tepatnya Rabu, 17 Maret 2021, warga asal Takalar itu, mulai demam. Seluruh badannya terasa ngilu. Dia mengalami sesak napas.
Mahmud (20), putra ketiga Sulaiman Dg Tika mengatakan, karena tak tahan akan kondisinya, Sulaiman memilih pergi berendam di pantai. Jaraknya sekitar 30 meter dari rumahnya. Dia berendam dengan maksud agar suhu badannya membaik. Namun hal itu urung terjadi. Kondisi Sulaiman semakin lemas, hingga harus dievakuasi warga kembali ke rumahnya.
Mahmud bilang, cukup lama bapaknya di rumah. Bahkan sempat mandi, baru dibawa ke puskesmas.
Karena kondisinya tak kunjung membaik, Sulaiman dirujuk dari puskesmas ke salah satu rumah sakit di Makassar. Namun, saat di rumah sakit, Sulaiman dinyatakan meninggal dunia.
Menanggapi itu, Satgas COVID-19 meminta semua pihak menunggu hasil pemeriksaan lengkap terkait hal itu. Demikian diungkap juru bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito, Selasa, 23 Maret 2021.
"Tunggu saja hasil pemeriksaan lengkap tentang kejadian tersebut," ujarnya.
Menurut Wiku, selama ini tidak pernah ada kendala terkait vaksinasi Sinovac yang dilakukan di Indonesia. Karenanya, dia meminta semua pihak menunggu investigasi yang sedang dilakukan dinas kesehatan Sulsel.
Sebelumnya, Wiku mengingatkan penerima vaksin yang mengalami efek samping atau rasa sakit tidak wajar setelah menjalani vaksinasi segera ke fasilitas kesehatan terdekat.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel Nurul AR membantah isu liar yang menyebutkan Sinovac yang digunakan telah masuk masa kedaluwarsa. Menurut dia, ada kemungkinan penyebab meninggalnya Sulaiman berkaitan dengan penyakit bawaan atau komorbid. Namun itu lanjut dia, harus dipastikan oleh tim independen.
"Expired multidose-nya masih lama. Semua kemungkinan bisa (komorbid), ada hubungan atau tidak dengan vaksin kita tunggu laporan hasil investigasi Tim Independen," sebut Nurul.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33