BUKAMATA - Militer Myanmar membenarkan langkah mereka melakukan kudeta, serta tindakan keras terhadap orang-orang yang menentangnya.
Selama konferensi pers pada hari Selasa (23/03/2021) di ibu kota Naypyitaw, militer mempresentasikan senjata rakitan yang disita dari demonstran dan video pertempuran jalanan.
Mereka kemudian menyatakan bahwa para demonstran melakukan kekerasan dan bahwa upaya mereka untuk menghentikan mereka dibenarkan.
Namun faktanya, dalam minggu-minggu sejak kudeta 1 Februari, pengunjuk rasa baru mulai menggunakan kekerasan terorganisir setelah lebih dari 100 demonstran ditembak mati oleh polisi dan tentara.
Selain itu, militer juga menampilkan video pemimpin nasional yang digulingkan, Aung San Suu Kyi, dan membeberkan bahwa dia telah menerima sejumlah besar uang tunai dan emas, yang dikategorikan sebagai korupsi.
Tuduhan tersebut sebelumnya dibantah oleh pengacara Suu Kyi.
Minggu lalu stasiun TV Myawadd (yang dikendalikan militer) menunjukkan seorang raja konstruksi mengklaim telah memberikan bayaran besar kepada Suu Kyi. Video itu juga kembali ditampilkan selama konferensi pers hari ini.
Tidak ada bukti pendukung atas tuduhan yang disebutkan, dan lebih dilihat sebagai upaya militer untuk menjebak Suu Kyi sehingga dia dapat didiskreditkan dan diadili atas tuduhan pidana yang serius. Dia sudah ditahan atas beberapa tuduhan ringan sebelumnya.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Gempa 7,7 Magnitudo Hantam Myanmar, Tempat Bersejarah hingga Fasilitas Umum Rusak Parah
-
Dihadapan PBB, Indonesia Nyatakan Dukung Keras Palestina dan Myanmar
-
Presiden Jokowi Perintahkan Segera Evakuasi 20 Korban TPPO di Myanmar
-
Timnas Indonesia Menang Telak Lawan Myanmar
-
WNI Disekap di Myanmar, DPR Sebut Pemerintah Lamban