Redaksi : Sabtu, 20 Maret 2021 06:43
Bola Soba saat kebakaran dan pasca terbakar.

BONE, BUKAMATA - Sabtu, 20 Maret 2021. Jarum jam menunjukkan pukul 03.15 Wita, ketika api tiba-tiba berkobar hebat di Bola Soba Bone, Jl Latenritatta, Watampone.

Api tersebut terlihat oleh anak-anak sanggar. Mereka serta merta menghambur ke dalam Bola Soba, menyelamatkan dokumen penting, juga replika benda-benda pusaka kerajaan Bone.

Hal tersebut diungkap Affian, salah seorang staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bone.

"Kejadiannya tadi subuh, sekira pukul 03.15 Wita. Beruntung anak-anak sanggar yang nongkrong di cafe masih bisa menyelamatkan tiga lemari yang di dalamnya terdapat beberapa dokumen dan replika pusaka," katanya.

Menurut Affian, tak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Namun, Bone harus kehilangan salah satu rumah peninggalan sejarah. Beberapa mobil pemadam kebakaran tak bisa mengendalikan api. Rumah yang berusia ratusan tahun itu pun tinggal rangka.

Bola Soba itu berusia ratusan tahun. Merupakan salah satu peninggalan sejarah kerajaan Bone masa lalu. Kerap dijadikan tempat pelatihan sanggar-sanggar seni yang ada di kota Bumi Arung Palakka.

Saoraja dibangun pada masa pemerintahan Raja Bone ke-31, La Pawawoi Karaeng Sigeri MatinroE ri Bandung (1895-1905) .

Awalnya, diperuntukkan sebagai kediaman raja pada waktu itu sehingga disebut Saoraja. Selanjutnya, ditempati oleh putra La Pawawoi Karaeng Sigeri yang bernama Baso Pagilingi Abdul Hamid yang kemudian diangkat menjadi Petta Ponggawae (Panglima Perang) Kerajaan Bone oleh raja dengan persetujuan Ade’ Pitue.

Di ruangan Bola Soba terdapat Langkana atau singgasana raja, bangkai meriam tua, gambar La Tenritatta Arung Palakka Raja Bone ke-15, silsilah dan susunan raja-raja Bone, serta benda-benda langka lainnya.