Ini Larsen Presiden BWF yang Jegal Tim Bulutangkis Indonesia, Berikut Riwayat Perseteruannya dengan Indonesia
Tim Indonesia dipaksa mundur dari All England 2021. Alasannya, tim Indonesia satu pesawat dengan satu penumpang pesawat asal Turki yang positif Covid-19.
INGGRIS, BUKAMATA - Kisruh All England 2021, membuat profil Poul-Erik Hoyer Larsen disorot. Pasalnya, Presiden Badminton World Federation (BWF) itu, mengeluarkan keputusan resmi yakni membuat tim Indonesia dipaksa mundur saat hari pertama pelaksanaan turnamen bulu tangkis dunia bergengsi itu.
Alasannya, berdasarkan temuan NHS (kementerian kesehatan di Inggris), bahwa ada penumpang positif Covid-19 saat penerbangan bersama kontingen Indonesia dari Turki menuju Inggris. Namun, ada salah seorang atlet pebulu tangkis dari negara lain, yang satu pesawat dengan tim Indonesia, sempat dimainkan. Baru dikeluarkan setelah ada protes dari tim Indonesia.
Hal ini lantas memunculkan adanya dendam pribadi terhadap tim Indonesia. Profil Poul-Erik Hoyer Larsen lantas ditelusuri. Ternyata pria ini mempunyai rekam jejak ‘perseteruan’ panjang dengan Indonesia.
Hoyer Larsen pernah berkompetisi di tiga Olimpiade Musim Panas. Pada tahun 1992, saat di Barcelona Larsen dikalahkan di perempat final oleh tunggal putra Indonesia, Ardy Wiranata. Kejadian ini menjadi ‘perseteruan’ pertama Hoyer Larsen dengan Indonesia.
‘Perseteruan’ kedua, dia pernah dikalahkan tim Indonesia pada ajang final Piala Thomas 1996.
Pada 18 Mei 2013, Hoyer Harsen terpilih sebagai Presiden BWF setelah bersaing ketat dengan wakil Indonesia, Justin Suhandinata. Ini bisa disebut menjadi ‘perseteruan’ ketiga.
Meski demikian, Justin menerima keputusan dengan lapang dan memberi ucapan selamat kepada Larsen. Pada 2017, Larsen terpilih kembali menjadi Presiden BWF periode kedua selama 4 tahun jabatan.
Hoyer Larsen lahir di Helsinge Denmark pada 20 September 1965. Dia merupakan dalam deretan mantan pemain bulu tangkis terhebat Denmark dengan gelar tunggal internasional utama pada tahun 1990-an. Prestasinya pun sangat gemilang di dunia bulu tangkis.
Pada olimpiade musim panas di Atlanta tahun 1996, Larsen menyabet medali emas tunggal putra setelah menekuk lutut lawannya, Dong Jiong saat final. Selanjutnya pada olimpiade musim panas 2000 di Sydney, Larsen kalah di babak pembukaan.
Larsen pernah memenangkan Kejuaraan Bulu Tangkis Eropa 1992, 1994, dan 1996. Dia juga memenangkan Kejuaraan Bulu Tangkis Terbuka All England pada 1995 dan 1996.
Dilansir dari situs resmi BWF, Larsen di sepanjang karirnya telah bermain sebanyak 491 pertandingan dan hanya kalah di 93 pertandingan saja.
Setelah tidak aktif lagi sebagai pemain, Larsen muncul dengan pemberitaan di tahun 2007. Tepatnya pada Februari 2007, dia dicalonkan sebagai wakil presiden dari Danmarks Badminton Forbound.
Kemudian pada tahun 2010, Larsen menjabat sebagai Presiden Bulu Tangkis Eropa. Dia menjabat selama tiga tahun.
Terakhir, sejak 2013 dia terpilih sebagai presiden BWF setelah bersaing dengan wakil Indonesia, Justin Suhandinata. Larsen terpilih kedua kalinya sebagai presiden BWF pada tahun 2017.
Selain itu, sejak 2014 Hoyer Larsen menjadi anggota International Olympic Comittee (IOC), setelah menjadi anggota dewan Komite Olimpiade Denmark sejak tahun 2005.
Sepanjang kariernya menjadi pebulutangkis dunia hingga pasca pensiun, Larsen terbilang sangat sukses. Menurut Thecelebnetworth, Larsen telah meraup kekayaan senilai 31 juta dollar AS atau setara Rp447,4 miliar (kurs Rp14.400). Bahkan pendapatannya sebagai Presiden BWF di tahun 2020 mencapai 250.000 dolar AS atau Rp3,6 miliar.
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
