MAKASSAR, BUKAMATA - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel akan menyampaikan ekspose hasil kajian atas persoalan utang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel. Ekspose dilaksanakan di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur, Jumat pagi ini, 19 Maret 2021.
Hal tersebut diketahui berdasarkan undangan yang beredar, yang tujukan kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Unit Kerja di lingkup Pemprov Sulsel. Undangan tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani.
Sebelumnya, santer diberitakan jika utang Pemprov Sulsel mencapai Rp 600 miliar. Utang tersebut bersumber dari rekanan yang belum dibayarkan, tunjangan kinerja ASN, serta gaji pegawai Non ASN.
Akibatnya, Pemprov Sulsel harus melakukan refocusing besar-besaran. Beberapa program strategis yang sebelumnya direncanakan, akan terpangkas. Salah satunya program bantuan keuangan daerah dengan anggaran Rp500 miliar. Bantuan tersebut kini dipangkas 50 persen, tersisa hanya Rp 250 miliar saja.
Sementara, program atau tender proyek lain ikut tertunda. Dua diantaranya yakni Manajemen Konstruksi Stadion Mattoanging. Proyek ini menghabiskan anggaran Rp 30 miliar. Sementara untuk Masjid CPI, lelangnya juga tertunda. Kelanjutan bangunan peninggalan era gubernur Syahrul Yasin Limpo tersebut juga berhenti sementara. Anggarannya sebesar Rp 23,5 miliar.
Plt Kepala Bappelitbangda Sulsel, Andi Darmawan Bintang, mengatakan penundaan ini tak akan lama. Menurutnya semua yang masuk dalam prioritas pemprov akan tetap berjalan. Tak ada yang terpangkas anggarannya. (*)
BERITA TERKAIT
-
LPG 3 Kg Langka di Sejumlah Wilayah, Pemprov Sulsel Gandeng Polda dan Pertamina Buru Spekulan
-
Antrean Panjang BBM di SPBU, Gubernur Sulsel Imbau Masyarakat Tak Panic Buying: Kita Perketat Pengawasan
-
Andi Sudirman Lepas 20 Taruna Penerima Beasiswa Penerbangan, Siapkan Pilot Andal Kebanggaan Sulsel
-
Kemarau Panjang, Gubernur Sulsel dan Ribuan Warga Gelar Salat Istisqa Mohon Hujan
-
Gubernur Andi Sudirman Tinjau Perbaikan Jalan Ujung Lamuru-Palattae, Warga Bone: 4 Tahun Kita Menderita Makan Debu