Redaksi : Minggu, 14 Maret 2021 16:14
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, saat peletakan batu pertama Ponpes Mahyajatul Qurra.

TAKALAR, BUKAMATA - Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, M.T bersama-sama dengan Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, dan Bupati Takalar H. Syamsari, S.Pt, MM, melaunching gerakan sejuta koin untuk madrasah dan pondok pesantren.

Dalam launching yang dirangkaikan dengan peletakan batu pertama ponpen Mahyajatul Qurra' tersebut Kakanwil Kemenag Sulsel menyampaikan, sebanyak Rp300 juta lebih koin terkumpul dalam waktu kurang lebih dua minggu.

Pundi-pundi semakin bertambah dari sumbangan koin Pemkab Takalar sebesar Rp50 juta, dan dari Dirjen Pendis sebesar Rp150 juta, serta dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Koin atau donasi yang terkumpul nantinya 70 persen akan dikelola dan disalurkan oleh panitia Kanwil dan 30 persen dikelolah sendiri oleh Kemenag kab/kota untuk membantu madrasah atau Ponpes di wilayahnya yang dinilai layak mendapatkan bantuan.

"Kita terus menggenjot peningkatan rata-rata lama sekolah di Takalar dan Kita berharap kehadiran pesantren ini, mampu menyumbangkan peningkatan rata-rata lama sekolah. Pesantren ini tentu bukan hanya menaikkan level dari rata-rata lama sekolah, tetapi juga bisa meningkatkan kesholehan masyarakat disekitar. Semoga bisa memberi manfaat yang banyak," kata Bupati Takalar H. Syamsari.

Pondok pesantren Mahyajatul Qurra' yang terletak di Desa Lassang, Kecamatan Polut ini, termasuk salah satu bagian dari program pengembangan agar menjadi percontohan untuk wilayah selatan.

Hal Ini guna mensupport perkembangan Ponpes lainnya di wilayah selatan, karena selama ini pondok yang berkembang pesat dan maju itu adanya di daerah utara Sulawesi Selatan.