JAKARTA, BUKAMATA - Kepolisian mengamankan 16 orang pengikut aliran Hakekok di Pandeglang saat melakukan ritual mandi bareng tanpa busana, Kamis (11/3) lalu.
Ritual menyimpang itu dilakukan di Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten. Video penggerebekan aliran tersebut sempat viral di media sosial.
Anggota Komisi VII DPR RI Muhammad Fauzi meminta agar Kementerian Agama bersama para tokoh agama untuk memberikan pembinaan. Menurutnya, munculnya aliran seperti ini terkadang disebabkan kurangnya pengetahuan tentang agama.
"Penyuluh keagamaan di kemenag perlu segera melakukan pembinaan. Meskipun telah diamankan oleh pihak kepolisian, solusi terbaik bagi pengikut kelompok seperti ini adalah diberi pemahaman agama yang benar agar tak mengulanginya," jelasnya.
Apalagi, jelas Anggota DPR dari Dapil Sulsel III ini, aliran tersebut sebelumnya telah pernah ada di tahun 2009. Kemunculannya kembali di tengah masyarakat dinilai perlu perhatian lebih serius agar tidak kembali terulang.
Fauzi juga mengapresiasi langkah cepat pihak kepolisian yang langsung mengamankan. Sebab, bisa saja mengundang respon yang tidak diinginkan dari masyarakat setempat.
"Jika memang ada unsur tindak pidana tentu perlu diberi sanksi tegas. Khususnya bagi pimpinan aliran tersebut," terangnya.
Sebelumnya, polisi mememukan jimat dan kondom saat mengamankan pengikut aliran ini. Dari hasil interogasi polisi, diduga pimpinan aliran hakekok menggauli para santri dengan dalih perkawinan ghaib.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Pilkada Lutra 2024: Fauzi dan Keluarga Tampilkan Kebersamaan di TPS 003
-
Ribuan Emak-emak Siap Kawal Kemenangan Fauzi - Ajie di Pilkada Luwu Utara
-
Malangke Raya Basis Golkar, Tim Fauzi-Ajie Optimistis Menang di Atas 50 persen
-
Calon Bupati Lutra Muhammad Fauzi Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Ketua Panwaslu Tana Lili
-
Manfaatkan Sisa Masa Kampanye, MAJU Imbau Relawan dan Simpatisan Sambut Pilkada dengan Riang Gembira