Ririn
Ririn

Kamis, 11 Maret 2021 09:46

Foto: Fernando Llano/Associated Press
Foto: Fernando Llano/Associated Press

Meksiko Akan Legalkan Ganja di Tengah Perang Melawan Narkoba

RUU disetujui pada Rabu malam, lebih dari dua tahun setelah Mahkamah Agung Meksiko memutuskan bahwa larangan atas ganja rekreasi tidak konstitusional

BUKAMATA - Anggota parlemen Meksiko telah menyetujui undang-undang untuk melegalkan ganja rekreasi, dengan perolehan suara 316 banding 129.

Ini adalah sebuah tonggak penting bagi negara tersebut, yang sedang dalam pergolakan perang narkoba dan bisa menjadi pasar ganja terbesar di dunia.

Pemungutan suara dilakukan pada Rabu malam, lebih dari dua tahun setelah Mahkamah Agung Meksiko memutuskan bahwa larangan atas ganja rekreasi tidak konstitusional dan lebih dari tiga tahun setelah negara itu melegalkan ganja obat.

Namun, dalam bentuk akhirnya, langkah tersebut secara luas melewati Senat sebelum dikirim ke Presiden Andrés Manuel López Obrador.

Jika diberlakukan, maka orang dewasa akan diizinkan untuk menghisap ganja dan menanam sejumlah kecil tanaman ganja di rumah.

Ini juga akan memberikan izin bagi produsen - dari petani kecil hingga petani komersial - untuk membudidayakan dan menjual hasil panen.

“Hari ini kita berada dalam momen bersejarah,” kata Simey Olvera, seorang anggota parlemen. “Dengan ini, keyakinan yang salah bahwa ganja adalah bagian dari masalah kesehatan masyarakat yang serius di Meksiko ditinggalkan.”

Namun, RUU tersebut juga menghadapi penolakan dari sejumlah pihak. Jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan bahwa hampir dua pertiga orang menentang legalisasi ganja.

Para kritikus mengatakan hal itu tidak mungkin memberikan dampak serius dalam melonjaknya tingkat kekerasan yang dipicu kartel di Meksiko.

"Ini adalah mode politik," kata Damián Zepeda Vidales, seorang senator dari Partai Aksi Nasional dan salah satu penentang RUU yang paling vokal.

Sementara itu, pakar keamanan setuju bahwa dampak praktis undang-undang itu terhadap kekerasan kemungkinan akan minimal. Menurut mereka, tanaman tersebut telah menjadi bagian yang relatif kecil dari bisnis perdagangan narkoba Meksiko, karena kartel berfokus pada produk yang lebih menguntungkan seperti fentanil dan metamfetamin.

"Kita seharusnya tidak melebih-lebihkan kekuatan RUU ini,” kata Falko Ernst, analis senior Meksiko untuk International Crisis Group, sebuah organisasi penelitian global. "RUU tersebut tidak akan secara substansial mengubah dinamika dan pendorong konflik mematikan di Meksiko," katanya.

"Legalisasi adalah langkah penting untuk membangun perdamaian di negara seperti kita, di mana selama setidaknya satu dekade atau lebih, kita telah tenggelam dalam perang yang tidak masuk akal,” kata Lucía Riojas Martínez, seorang anggota kongres Meksiko.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Meksiko

Berita Populer