BUKAMATA - Sebuah hotel di Jepang menawarkan tur bus di daerah yang pernah dilanda gempa bumi besar dan tsunami pada tahun 2011.
Pada 11 Maret 2011 lalu, gempa berkekuatan 9,1 dan tsunami yang ditimbulkannya menewaskan sekitar 18.000 orang dan menghancurkan garis pantai.
Bangunan di Minamisanriku diratakan, dan lebih dari 800 orang di kota itu tewas atau hilang.
"Saya ingin semua orang tahu bahwa bencana tak terduga bisa terjadi. Saya pikir itu tugas kita sebagai orang yang mengalami (tsunami) untuk membagikannya," kata Fumio Ito, kepala hubungan masyarakat di Hotel Minami Sanriku Kanyo dan salah satu dari sembilan anggota staf yang memimpin tur bus selama satu jam setiap hari.
Mengenang bencana mematikan itu, Ito mengatakan bahwa ia sedang berada di rumah pelanggan saat gempa melanda. Dia segera bergegas ke hotel, tetapi melihat air mulai naik.
"Saya bisa melihat bahwa rumah saya mungkin hanyut. Tidak ada apa-apa di depan saya," kata Ito, yang kehilangan tiga temannya saat tsunami. "Aku tidak punya tempat aman, jadi aku pergi ke pegunungan."
Sejak tur dimulai, pihak hotel telah membawa sekitar 400.000 pengunjung, dan beberapa dari mereka datang lebih dari sekali.
"Dia mengajari saya perspektif yang berbeda," kata Chieko Yoshida, salah satu peserta yang mengikuti tur Ito.
BERITA TERKAIT
-
Qris Bisa Digunakan di Jepang 17 Agustus, Negara Lainnya Menyusul
-
PDAM Makassar Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Suido Technical Service Jepang
-
Jepang Bakal Perketat Imigrasi untuk Atasi Turis yang Tak Bayar Rumah Sakit
-
Mulai 2029, Wisatawan akan Diskrining Sebelum Kunjungi Jepang
-
Orang Jepang Tak Suka ke Luar Negeri, Hanya 17,5 persen yang Punya Paspor