MAMUJU, BUKAMATA - Gempa berkekuatan 6,2 magnitudi pada 15 Januari 2021 lalu, telah meluluhlantakkan Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat. Pusat gempa yang diperkirakan berada enam kilometer timur laut Majene itu, telah memporakporandakan sejumlah bangunan, hingga menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit.
Salah satu daerah terdampak cukup parah, adalah Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju. Kepala lingkungan Petakeang, kelurahan Galung Kecamatan Tapalang mengatakan, korban meninggal dunia di lingkungan mereka berjumlah 1 orang, sedangkan yang lainnya mengalami luka ringan hingga berat.
Selain itu, hampir semua bangunan baik rumah maupun fasilitas umum rusak sedang hingga rusak parah. Beberapa bangunan terpaksa dirobohkan karena tidak aman lagi untuk digunakan.
Baca Juga :
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar, bekerjasama dengan Peneleh Research Institute, melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di lingkungan Talange dan Petakeang, Kelurahan Galung, Kecamatan Tapalang.
Kegiatan ini disupport oleh Dekan Fakultas EKonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar, Bapak Ismail Rasulong, SE., MM., dalam bentuk kontribusi 28 orang dosen. Baik saat persiapan kegiatan, maupun saat di lapangan.
Aktivitas pertama yang dilakukan oleh tim sesampainya di lokasi, adalah bersilaturrahmi dengan pemerintah dan masyarakat setempat. Sekaligus musyawarah bersama dalam bentuk Focus Group Discussion.
Kegiatan ini juga mendapat sambutan yang sangat baik dari unsur pemerintahan maupun masyarakat setempat. Dalam FGD tersebut, dirumuskan beberapa kegiatan “Abdi Guru untuk Mamuju”, yang akan dilaksanakan selama kurang lebih tiga hari.
Di antaranya, melaksanakan sekolah formal maupun nonformal di dua sekolah darurat, Lingkungan Talange dan Lingkungan Petakeang. Lalu, Trauma Healing untuk anak-anak, remaja dan ibu-ibu. Ada pula pembagian sembako, serta mengaktifkan TBM (Taman Baca Masyarakat).
Kegiatan ini, diharapkan dapat terus dilaksanakan melalui serangkaian kerjasama antar pihak, mengingat kondisi dan situasi daerah bencana yang masih belum kondusif. Bantuan berupa pemikiran melalui kegiatan PKM lanjutan dalam bentuk pemberdayaan masyarakat, sangat diharapkan. Kegiatan ini juga mendapat respons yang sangat baik dari unsur pimpinan universitas, fakultas hingga prodi di Unismuh Makassar.
"Harapan ke depannya, tim dosen bisa lebih peka melihat situasi masyarakat dan merumuskan kegiatan pengabdian yang bermanfaat bagi kedua belah pihak," ujar Wa Ode Rayyani, salah seorang dosen FEB Unismuh yang ikut dalam kegiatan Abdi Guru untuk Mamuju itu.