MAJENE, BUKAMATA - Minggu, 7 Maret 2021. Jarum jam menunjuk sekira pukul 09.30 Wita. Empat orang sedang membersihkan balkon rumah kos di di Majene, Sulawesi Barat. Mereka adalah, Ahmad Resi, A (26), IN (20), juga IS (25).
Rumah kos itu terletak di pinggir jurang sedalam 30 meter. Saat itu hujan deras. Mereka membersihkan balkon dari genangan air. Agar genangan air lebih cepat mengalir ke luar, Ahmad Resi dan teman-temannya membobol tembok.
Setelah membobol tembok, Ahmad Resi masuk ke kamar. Tiba-tiba dia mendengar suara gemuruh. Juga teriakan teman-temannya. Saat keluar, dia melihat tembok balkon hancur.
Ada empat orang terjatuh. Namun, satu lainnya masih sempat bergelantungan. Ahmad Resi pun menolongnya. "Seharusnya ada empat orang yang jatuh, satu di antaranya selamat karena dia memegang besi, setelah saya lihat saya tolong. Untuk tiga orangnya lagi, jatuh ke bawah," ungkapnya.
Dari tiga korban jatuh, ada satu tewas. Dua lainnya terluka dan dilarikan ke rumah sakit karena mengalami patah tulang. Korban meninggal, berinisial A, terjepit di batu sungai. Lalu terendam air.
Ketua Relawan Siaga 86 Majene, Aslan mengungkapkan, mereka sudah mencoba menyingkirkan batu namun lambat, karena kendala peralatan. Hanya dilakukan secara manual.
"Sementara yang meninggal ini terjepit batu, tenggelam dalam genangan sekira 30 menit. Kendala yang dihadapi karena kesulitan mengangkat batu yang menghimpit korban, jadi dilakukan secara manual," ujarnya.
Saat ini, kedua korban selamat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Majene. Sementara jenazah A dievakuasi Relawan Siaga 86 Majene menuju rumah duka di Kabupaten Mamuju.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Pria Majene Ini Dibombardir Gas Air Mata Usai Bacok 4 Pria
-
Mobil Tertimpa Longsoran Batu di Majene, Ayah Tewas, Anak Selamat Dipeluk Ibu
-
Seorang Mahasiswa di Majene Sulbar Gantung Diri, Polisi Masih Periksa Motifnya
-
Cerita Heroik Gadis Majene Selamatkan Rumahnya dari Pencuri
-
Gempa 5,9 Magnitudo di Majene, Air di Bak Bergolak, Getarannya Sampai ke Pinrang