Redaksi
Redaksi

Sabtu, 06 Maret 2021 12:14

AI saat diamankan di Mapolsek Panakkukang.
AI saat diamankan di Mapolsek Panakkukang.

Kerap Kesurupan dan Bingung Jawab Pertanyaan Penyidik, Mahasiswi Pembunuh Selebgram Makassar Akan Diperiksa Kejiwaannya

AI, pembunuh selebgram Ari Pratama, kerap melamun saat ditanya penyidik. Bahkan, keluarga menyebut kalau pelaku kerap kesurupan hingga pernah diobati dengan cara dirukyah.

MAKASSAR, BUKAMATA - Mengenakan topi dan baju tahanan oranye lengan biru, AI (19), melangkah ke ruang penyidik Polsek Panakkukang. Mahasiswi pembunuh selebgram Ari Pratama itu, tampak menundukkan wajahnya yang tertutup masker.

Di ruang penyidik, AI sering melamun. Dia tidak langsung menjawab pertanyaan penyidik. Butuh waktu untuk mencernanya. Karenanya, polisi mengaku akan memeriksa kejiwaan AI.

"Memang ada kendala ketika kami melakukan BAP (berita acara pemeriksaan) terhadap pelaku ini. Pelaku ini bingung ataupun ragu," kata Kapolsek Panakkukang, Kompol Jamal Fathur Rakhman, Jumat (5/3/2021) kemarin.

Untuk memastikan apakah AI memang mengalami masalah kejiwaan, tes kejiwaan akan dilakukan. Penyidik akan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk dengan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota atau provinsi. "Nanti dilakukan trauma healing ataupun kalau perlu kami lakukan tes kejiwaan terhadap pelaku ini," kata Kompol Jamal.

Polisi juga mengungkap, AI yang menikam secara bertubi-tubi selebgram Makassar Ari Pratama hingga tewas, kerap kesurupan. Bahkan keluarga AA beberapa kali mengobati AA dengan cara dirukiah.

"Tadi ada hadir keluarga dari pelaku dan keluarga tersebut menyatakan, bahwa pelaku memang pernah dahulu seperti kesurupan atau dimasuki (makhluk halus)," kata Kompol Jamal.

Kompol Jamal menyebut, pihak keluarga belum merinci sudah berapa kali AA kesurupan. Tapi penikam Ari Pratama itu disebut memang kerap kesurupan hingga harus dirukiah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pembunuhan selebgram