Redaksi : Sabtu, 27 Februari 2021 13:29
Nurdin Abdullah saat tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta.

JAKARTA, BUKAMATA - Sabtu, 09.45 WIB, Nurdin Abdullah tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Nurdin mengenakan topi biru, jaket hitam, jins biru, serta menenteng botol air mineral.

Kepada wartawan yang menunggunya, Gubernur Sulsel itu mengaku tengah tertidur di rumah jabatan Gubernur Sulsel saat dijemput oleh Tim KPK.

"Saya lagi tidur, dijemput (KPK)," kata Nurdin Abdullah kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Usai menjawab wartawan, Nurdin lalu masuk ke ruang pemeriksaan. Status Nurdin Abdullah bersama lima orang lainnya, hingga saat ini masih sebagai terperiksa. Lima orang yang bersama Nurdin diterbangkan dari Makassar, Sulsel adalah, kontraktor Agung Sucipto (64), Nuryadi (36) yang merupakan sopir Agung Sucipto, ada Samsul Bahri (48) yang merupakan ajudan Gubernur Sulsel, ada Sekdis PU Sulsel, Edy Rahmat serta sopir Edy, Irfandi.

Kelima orang itu, terjaring OTT di RM Nelayan, Jl Ali Malaka, Makassar. Bersama mereka, turut disita uang dalam satu koper. Isinya diperkirakan Rp1 miliar.

KPK akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan status keenam orang tersebut selama 1x24 jam.

Juru Bicara (Jubir) Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, Veronica Moniaga juga membantah Nurdin kena OTT oleh KPK. Veronica mengatakan, Nurdin dijemput tim KPK saat sedang beristirahat di Rumah Jabatan.

"Mengenai informasi yang beredar di media bahwa Bapak Gubernur Nurdin Abdullah terkena operasi tangkap tangan itu tidak benar, karena bapak saat itu sedang istirahat," ujar Vero dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (27/2/2021).

OTT kata Veronica, merupakan operasi yang menangkap seseorang saat sedang melakukan tindak pidana. Sementara Nurdin saat dijemput KPK sedang berada di Rujab.

"Bapak tidak sedang melakukan itu (tindak pidana saat ditangkap), bapak gubernur sedang beristirahat (di Rujab)," katanya.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang tertangkap tangan. Di antaranya kepala daerah di Sulsel tersebut.