BUKAMATA - United Airlines mengatakan akan menghentikan 24 pesawat Boeing 777-nya beroperasi, setelah salah satu jetnya mengalami kerusakan mesin setelah lepas landas pada hari Sabtu.
Pesawat yang membawa 231 penumpang dan 10 awak itu terpaksa kembali ke bandara Denver. Tidak ada korban luka yang dilaporkan. Puing-puing dari jet ditemukan berserakan di daerah pemukiman terdekat.
Temuan awal Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS adalah bahwa sebagian besar kerusakan terjadi pada mesin kanan, di mana dua bilah kipas retak dan bilah lainnya juga terkena dampak. Badan utama pesawat hanya mengalami kerusakan ringan.
Menanggapi insiden tersebut, Federal Aviation Administration (FAA) telah memerintahkan pemeriksaan tambahan terhadap jet Boeing 777 yang dilengkapi dengan mesin Pratt & Whitney 4000.
"Kami meninjau semua data keamanan yang tersedia setelah insiden kemarin," kata administrator FAA, Steve Dickson dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip BBC.
"Berdasarkan informasi awal, kami menyimpulkan bahwa interval pemeriksaan harus ditingkatkan untuk bilah kipas berlubang yang unik untuk model mesin ini, yang hanya digunakan pada pesawat Boeing 777."
FAA juga dilaporkan telah bertemu perwakilan dari perusahaan mesin dan Boeing.
Di Jepang, semua Boeing 777 dengan mesin model Pratt & Whitney 4000 diperintahkan untuk menghindari wilayah udaranya, sampai pemberitahuan lebih lanjut. Ini termasuk lepas landas, pendaratan dan penerbangan di seluruh negeri.
Pemerintah di sana juga telah memerintahkan maskapai JAL dan ANA untuk menghentikan penggunaan 777-nya dengan mesin model Pratt dan Whitney 4000 yang sama.
Desember lalu, penerbangan JAL terpaksa kembali ke Bandara Naha karena kerusakan mesin kiri.
Pada 2018, mesin kanan pesawat United Airlines rusak sesaat sebelum mendarat di Honolulu. Setelah penyelidikan, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional mengatakan insiden itu disebabkan oleh patah tulang kipas yang panjang.