Muh. Taufik
Muh. Taufik

Senin, 22 Februari 2021 18:19

Keinginan Pusat tak Sejalan Dengan Ekonomi Syariah Didaerah

Keinginan Pusat tak Sejalan Dengan Ekonomi Syariah Didaerah

Wakil ketua Kelompok DPD di MPR RI ini mengakui bila memang ada kecendrungan pemerintah kurang dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah ini.

MAKASSAR, BUKAMATA - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dr H Ajiep Padindang SE. MM memaparkan jika konsep pengembangan ekonomi syariah yang diterapkan oleh pemerintah pusat tidak sejalan dengan harapan sejumlah ekonomi syariah, utamanya di Sulsel.

"Iya konsepnya bertentangan dari pemerintah pusat dengan memperkuat modal sehingga muncul kapitalisme. Untuk itu, DPD sejak awal ingin agar bank dapat bersaing secara sehat" ujar Ajiep Padindang.

Hal itu disampaikan Ajiep dalam focus group discussion (FGD) bekerjasama dengan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dengan tema 'masa depan ekonomi Syariah di Indonesia' di Kedai Bau Mangga Makassar, Senin (22/2/2021)

"Kedua saya sependapat jika segmen terbesar di sulsel adalah ummat islam sehingga wajar jika ekonomi syariah tumbuh dan berkembang"jelas senator asal daerah pemilihan Sulsel ini.

Wakil ketua Kelompok DPD di MPR RI ini mengakui bila memang ada kecendrungan pemerintah kurang dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah ini.

Sebelumnya Ketua IKA Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI Dr Muchlis Sufri mengemukakan bila hadirnya ekonomi syariah bukan sebuah alternatif tapi solutif karena acuannya yakni alquran dan hadis

"Arus baru ekonomi harus tumbuh dari bawah, bukan dari atas jika kita tidak ingin tergamtung dari kalangan kapitalis"jelas Muchlis.

Kegiatan FGD dipandu oleh Dr Etik Prihatin SE.MM juga dihadiri sejumlah akademisi hingga pakar ekonomi di Makassar.