Aswad Syam
Aswad Syam

Jumat, 19 Februari 2021 12:33

Putri Latifa
Putri Latifa

PBB Turun Tangan Soal Penyekapan Putri Latifa, Ayah: Dia Aman Dalam Perawatan Keluarga

PBB turut campur soal penyekapan Putri Latifa oleh keluarga. Emir Dubai, Sheikh Mohammed Al Maktoum mengatakan, putrinya aman dalam perawatan keluarga.

DUBAI, BUKAMATA - Sebuah video rahasia beredar. Putri penguasa Dubai, Putri Latifa menuduh ayahnya menyekap dirinya. Itu setelah dia mencoba melarikan diri pada 2018.

Putri Latifa ingin bebas. Dengan bantuan teman-temannya, Putri Latifa mencoba kabur dari Dubai untuk memulai hidup baru pada Februari 2018.

Itu setelah dia tidak diizinkan mengemudi, dan tidak diizinkan bepergian atau meninggalkan Dubai sama sekali. "Saya tidak diizinkan mengemudi, tidak diizinkan bepergian," katanya dalam video yang dia rekam sebelum melarikan diri.

Namun beberapa hari kemudian, Putri Latifa ditangkap oleh pasukan komando di sebuah kapal di Samudera Hindia. Dia diterbangkan kembali ke Dubai, dan terkurung hingga sekarang.

Selama penyekapan, Putri Latifa kembali merekam video dan mengirimkan video itu hingga ke BBC. Dilansir BBC, Jumat (19/2/2021) dalam video rahasia yang dibagikannya dengan BBC, putri syekh Dubai itu mengatakan dia mengkhawatirkan keselamatan dirinya. Rekaman itu memicu seruan global untuk penyelidikan PBB, sementara Inggris mengatakan video itu sangat mengganggu.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun menyatakan akan menanyakan kepada otoritas Uni Emirat Arab (UEA), soal penahanan Putri Latifa.

"Kami prihatin tentang itu," kata Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, Rabu (17/2/2021) lalu.

Dia mengatakan video tersebut menunjukkan seorang wanita muda dalam kesusahan yang mendalam. Raab mengatakan, pemerintah Inggris akan mengamati setiap perkembangan dari PBB soal kasus itu.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga mengatakan, pemerintahnya prihatin tetapi akan menunggu dan melihat bagaimana PBB melanjutkan penyelidikan mereka.

Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mengaku akan segera menanyakan kondisi Putri Latifa ke otoritas UEA.

Sementara itu, seorang juru bicara PBB mengatakan UN Working Group on Arbitrary Detention, dapat melakukan penyelidikan setelah video Putri Latifa dianalisis.

"Kami berharap penyelidikan PBB pada akhirnya bisa membebaskan Putri Latifa," kata pengacara yang menyerahkan kasus itu ke PBB, Rodney Dixon.

"PBB perlu melakukan pertemuan yang sangat serius secara langsung dengan mereka yang menahan (putri Latifa) dan memastikan kesepakatan tercapai sehingga dia bisa dibebaskan," katanya.

Dixon menambahkan, PBB sebagai badan internasional yang bertanggung jawab untuk menerapkan hukum internasional dapat memastikan soal apa yang terjadi.

Ayah Putri Latifa, Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, adalah salah satu kepala negara terkaya di dunia, penguasa Dubai dan wakil presiden UEA. UEA memiliki hubungan dekat dengan sejumlah negara Barat, termasuk AS dan Inggris, yang menganggapnya sebagai sekutu strategis.

Sheikh Mohammed telah membangun kota yang sangat sukses, meski begitu aktivis HAM menyebut tidak ada toleransi terhadap perbedaan pendapat dan sistem peradilan yang mendiskriminasi perempuan.

Sheikh Mohammed sendiri, mengaku bertindak untuk kepentingan terbaik putrinya. Otoritas Dubai dan UEA sebelumnya mengatakan Putri Latifa aman dalam perawatan keluarga.

#Putri Latifa #Dubai