Redaksi : Rabu, 10 Februari 2021 13:45
Anggota DPRD Sulsel, Rudy Pieter Goni (RPG)

MAKASSAR, BUKAMATA - Anggota DPRD Sulsel, Rudy Pieter Goni (RPG) memberikan tanggapan terkait belum dilantiknya wali kota dan wakil wali kota Makassar terpilih hasil Pilkada 2020.

RPG menanggapi persoalan belum adanya jadwal pelantikan menyusul adanya pertanyaan warga Kelurahan Maloku, Abdul Rahman. Saat RPG menggelar Reses, di Kecamatan Ujung Pandang bertempat di RM Istana Laut Jalan Datuk Museng Kota Makassar, Rabu 10 Februari 2021.

“Dari pemberitaan yang saya dengar, baik media cetak dan elektronik kalau pelantikan Walikota Makassar akan ditunda, dengar-dengar kalau pak gubernur akan menunda pelantikan ini, bagaimana ini pak Rudy,” ungkap Abdul Rahman.

Menjawab pertanyaan tersebut, RPG mengatakan bahwa hal itu tidak benar jika gubernur yang menunda pelantikan wali kota Makassar. Karena sampai saat ini SK dari Mendagri belum keluar.

“Yang salah itu kalau SK dari Mendagri keluar, baru Pak Gubernur tidak melantik,” ujar anggota dewan Dapil I Makassar ini.

“Jadi jangan yang disalahkan gubernurnya, apalagi akan ada aksi yang dilakukan oleh sebagian masyarakat ke kantor gubernur terkait adanya isu penundaan pelantikan walikota, karena sepengetahuan saya, sampai saat ini belum ada SK dari Mendagri, sementara regulasi memang seperti itu, nanti kalau ada SK dari Kementerian Dalam Negeri, baru Gubernur akan melakukan pelantikan Walikota maupun Bupati yang terpilih di pilkada serentak tahun 2020,” ujar Sekretaris DPD PDIP Sulsel ini.

Selain persoalan pelantikan, RPG juga menjawab pertanyaan warga Kelurahan Pisang Utara, Muh Ramli yang mempertanyakan tentang Covid-19 dan bagaimana skema pencegahannya dalam bentuk vaksin.

Rudy Pieter Goni menjelaskan penyakit Coronavirus disingkat Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 salah satu jenis penyakit ini mengakibatkan Pandemi Covid 19, Penderita COVID-19 dapat mengalami demam, batuk kering, dan kesulitan bernapas.

Sakit tenggorokan, pilek, atau bersin-bersin. Pada penderita yang paling rentan, penyakit ini dapat berujung pada kegagalan fungsi organ tubuh manusia.

Infeksi menyebar dari satu orang ke orang lain melalui percikan (droplet) dari saluran pernapasan yang sering dihasilkan saat batuk atau bersin. Waktu dari paparan virus hingga timbulnya gejala klinis berkisar antara 1–14 hari dengan rata-rata 5 hari, ungkap Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulsel ini.

Nah terkait dengan adanya vaksin yang dilakukan oleh pemerintah, maka upaya vaksinasi ini dilakukan dengan cara bertahap.

“Di tahapan awal, vaksinasi Covid-19 akan diperuntukkan bagi garda terdepan dengan risiko tinggi, yaitu tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik. Lalu secara bertahap akan diperluas seiring dengan ketersediaan vaksin dan izinnya, yaitu penerima bantuan iuran BPJS, dan kelompok masyarakat lainnya,” ujarnya.

Reses di Kecamatan Ujung Pandang, juga dihadiri oleh Pengurus DPC PDI Perjuangan antara lain Anton Paul Goni yang juga anggota DPRD Kota Makassar, Raisuljaiz Wakabid Pemenangan Pemilu, serta dihadiri pula oleh perwakilan tokoh masyarakat dan pemuda.

TAG

BERITA TERKAIT