Ririn : Selasa, 09 Februari 2021 15:42
Pengunjuk rasa berhadapan dengan polisi anti huru hara selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada 9 Februari 2021. (Foto: Sai Aung Main / AFP)

BUKAMATA - Pasukan keamanan Myanmar menembakkan peluru karet dan gas air mata kepada pengunjuk rasa anti-kudeta di ibu kota Myanmar, Selasa (09/02/2021) Februari).

Protes telah berlangsung selama empat hari berturut-turut, di mana para demonstran menentang kudeta militer untuk menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi.

Meskipun ada peringatan dari junta baru bahwa mereka akan mengambil tindakan terhadap demonstrasi yang mengancam "stabilitas," orang-orang ini tampaknya tidak takut.

Di Naypyidaw, ibukota terpencil yang dibangun oleh rezim militer sebelumnya, saksi mata mengatakan polisi menembakkan peluru karet ke pengunjuk rasa setelah melepaskan meriam air.

"Mereka melepaskan tembakan peringatan ke langit dua kali, kemudian mereka menembak (ke arah pengunjuk rasa) dengan peluru karet," kata seorang penduduk kepada AFP, sembari menambahkan bahwa dia melihat beberapa orang terluka.

Seorang reporter AFP di lapangan mengkonfirmasi bahwa tembakan telah dilepaskan.

Di Mandalay, kota terbesar kedua di negara itu, polisi juga dilaporkan menembakkan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa.

Setelah menyaksikan ratusan ribu orang berdemonstrasi menentang kudeta pekan lalu, ketua junta Jenderal Min Aung Hlaing membuat pidato di televisi pada Senin malam untuk membenarkan perebutan kekuasaan.

Militer juga telah melarang pertemuan lebih dari lima orang di Yangon dan Naypyidaw, serta daerah lain di seluruh negeri di mana demonstrasi besar telah terjadi, termasuk kota terbesar kedua Mandalay.

Jam malam juga diberlakukan di titik-titik protes.

Namun pada hari Selasa, protes baru muncul di berbagai bagian Yangon, termasuk di dekat markas partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).

TAG