BUKAMATA - Amerika Serikat menyatakan keprihatinannya atas kudeta militer di Myanmar dan penangkapan terhadap para pemimpin sipil.
"AS khawatir dengan laporan bahwa militer Burma (Myanmar) telah mengambil langkah-langkah untuk merusak transisi demokrasi negara itu, termasuk penangkapan Penasihat Negara Aung San Suu Kyi dan pejabat sipil lainnya di Burma," kata juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki.
Ia menambahkan bahwa Presiden Biden telah diberi pengarahan oleh NSA terkait situasi di Myanmar.
"Kami terus menegaskan dukungan kuat kami untuk lembaga-lembaga demokrasi Burma, dan dalam koordinasi dengan mitra regional kami, mendesak militer dan semua pihak lainnya untuk mematuhi norma-norma demokrasi dan supremasi hukum, serta untuk membebaskan mereka yang ditahan," tambah Psaki.
"Amerika Serikat menentang setiap upaya untuk mengubah hasil pemilu baru-baru ini atau menghalangi transisi demokrasi Myanmar, dan akan mengambil tindakan terhadap mereka yang bertanggung jawab jika langkah-langkah ini tidak dibatalkan," kata pernyataan itu.
Pada Senin pagi, Militer Myamar mengumumkan bahwa mereka telah mengambil alih negara itu dan menyatakan keadaan darurat selama satu tahun.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Gempa 7,7 Magnitudo Hantam Myanmar, Tempat Bersejarah hingga Fasilitas Umum Rusak Parah
-
Dihadapan PBB, Indonesia Nyatakan Dukung Keras Palestina dan Myanmar
-
Presiden Jokowi Perintahkan Segera Evakuasi 20 Korban TPPO di Myanmar
-
Timnas Indonesia Menang Telak Lawan Myanmar
-
WNI Disekap di Myanmar, DPR Sebut Pemerintah Lamban