BULUKUMBA, BUKAMATA - Senin, 25 Januari 2021. Sore itu, di teras rumahnya yang luas, istri Kepala Desa Karama, Ny Rasma Jusman menyambut Bukamatanews.id. "Bapak masih di luar. Kayaknya dia lagi kerja bakti di dekat kantor desa," ujarnya sambil menyilakan duduk, di kediaman pribadinya di Desa Karama, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba.
Dia lalu menghidangkan beberapa buah durian. Juga ada rambutan. Itu kata dia, hasil kebun di Desa Karama.
Tak berselang lama, muncul seorang pria tegap. Mengenakan celana pendek, juga topi. Keringat masih mengucur dari tubuhnya. Dia membawa sebilah parang, yang masih penuh dengan rumput.
Inovasi Pandemi Covid-19 Desa Karama, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba.
Dengan senyum ramah dia menyalami tamunya. Lalu membersihkan parang dan menggunakannya untuk membelah durian di meja. Dia mengaku baru saja pulang membersihkan rerumputan liar di tepi jalan desa. Warga yang melihat kepala desanya membersihkan rumput, lantas ikut serta. Jadilah sore itu kerja bakti dadakan. Menurut Jusman, itu caranya untuk memancing partisipasi warga.
Desa Karama punya ciri khas dibanding desa tetangganya. Ketika kita melihat ada galon di depan rumah warga, juga handsanitizer, maka itu pertanda kita sudah memasuki wilayah Desa Karama.
Jusman bilang, itu adalah program pertamanya usai dilantik sebagai kepala desa pada April 2020 lalu. Saat itu, pandemi Covid-19 baru saja melanda Indonesia, termasuk Sulsel.
Langsung terbetik di benak Jusman, untuk menyelamatkan warganya dari Covid-19 dengan membuat tempat cuci tangan. Menurutnya, ada 800 galon yang disiapkan. Itu sesuai dengan jumlah rumah di Desa Karama yang kurang lebih 800 kepala keluarga.
"Ini upaya mengajak warga menerapkan protokol kesehatan di tengah Pandemi Covid-19," jelasnya.
Ketua TP PKK Desa Karama, Ny Rasma Jusman, mencoba tempat cuci tangan kreasi warganya.
Masyarakat Desa Karama lanjut Jusman, sangat antusias menyambut program tersebut. Mereka menganggap itu adalahsalah satu terobosan dalam menyambut New Normal Pandemi Covid-19.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bulukumba, H Daud Kahal mengatakan, berkat terobosan tersebut, gugus tugas mendorong Desa Karama untuk menjadi salah satu bagian dari Inovasi dalam kompetisi tingkat nasional Penerapan Protokol Kesehatan Era New Normal yang akan dilakukan Kementerian Dalam Negeri.
Jusman mengaku, dia sempat menginjak istana negara, berkat program 800 tempat cuci tangan itu. "Sekarang banyak gunanya. Ketika kita selesai bekerja bakti, tidak jauh-jauh lagi mencari tempat cuci tangan," ungkap pria berlatar belakang militer ini.
Kebersihan dan kesehatan desa memang menjadi salah satu fokus Jusman, selain membantu meningkatkan perekonomian warga. Untuk memulihkan ekonomi warga di tengah pandemi, Jusman membentuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Di sana, warga membuat beragam produk. Termasuk kursi. Bahannya disiapkan Jusman.
BERITA TERKAIT
-
Bom Ikan Rakitan Diduga Picu Ledakan Maut di Bulukumba
-
Nelayan Dilaporkan Hilang saat Cari Ikan di Pantai Bira Ditemukan di Perairan Jeneponto
-
Belum Kembali Melaut, Basarnas Cari Nelayan di Perairan Bira Bulukumba
-
Hujan Deras, Tiga Kecamatan di Bulukumba Diterjang Banjir
-
Silaturahmi Dengan Simpatisan dan Masyarakat Bulukumba, Taufan Pawe: Golkar Menang Rakyat Sejahtera