BUKAMATA - Presiden AS Joe Biden mengadakan pembicaraan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Selasa (26/01/2021).
Menurut pernyataan Kremlin, Putin memberi selamat kepada Biden karena telah memenangkan pemilihan presiden. Mereka juga membahas masalah perpanjangan perjanjian kontrol senjata nuklir START, yang akan berakhir pada 5 Februari mendatang.
Pakta ini membatasi jumlah hulu ledak nuklir strategis yang dikerahkan oleh Amerika Serikat dan Rusia menjadi 1.550, serta jumlah rudal, pembom darat dan kapal selam yang mengirimkannya.
"Secara keseluruhan, percakapan antara para pemimpin Rusia dan Amerika Serikat bersifat bisnis dan jujur," tambah pernyataan Kremlin.
Sementara itu, Gedung Putih mengatakan bahwa kedua pemimpin itu membahas berbagai hal, termasuk campur tangan Rusia dalam pemilihan.
"Presiden Biden menjelaskan bahwa Amerika Serikat akan bertindak tegas dalam membela kepentingan nasionalnya dalam menanggapi tindakan Rusia yang merugikan kami atau sekutu kami," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan singkat.
Biden juga kabarnya menyinggung masalah serangan dunia maya besar-besaran SolarWinds, laporan bahwa Kremlin memberikan hadiah kepada tentara AS di Afghanistan, dan penahanan aktivis oposisi Rusia Alexei Navalny.
Joe Biden telah mengindikasikan bahwa dia akan lebih keras terhadap Vladimir Putin daripada Donald Trump, yang meragukan campur tangan Rusia dalam pemilu 2016.