MANADO, BUKAMATA - Menanggapi bencana banjir dan longsor di Kota Manado, Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Makassar langsung membentuk dan menerjunkan Tim Reaksi Cepat ke lokasi tersebut.
Tim yang bertugas segera melakukan kordinasi kepada pihak Dinas Sosial setempat untuk melakukan pendataan terkait anak yang terdampak bencana tersebut.
Belakangan diketahui, ada 250 anak yang terdampak. Mereka tersebar di 5 kecamatan yakni 30 orang di Kecamatan Bunaken, 50 orang di Kecamatan Tuminting, 70 orang di Kecamatan Paal Dua, 50 orang di Kecamatan Welang dan 50 orang di Kecamatan Singking.
Berdasarkan data tersebut, Balai Anak Toddopuli Makassar segera melakukan verifikasi dan kualifikasi kategori anak sebagai dasar penyaluran bantuan atensi, sesuai pedoman penanganan bencana yang diterbitkan oleh Direktorat Anak Kementerian Sosial RI.
Kepala BRSAMPK Makassar, Christiana Junus mengatakan, bantuan atensi yang akan diberikan merupakan bentuk pemenuhan kebutuhan dasar bagi anak yang terdampak bencana banjir.
"Kedatangan saya kesini ingin memastikan bahwa bantuan atensi yang kami berikan dapat tersalur sesuai dengan pedoman yang ada," kata Christiana Junus, Selasa (22/1/2021).
Semtara itu, Kepala Pemerintahan Kelurahan Komo Luar, Kecamatan Welang, Ibu Lilis menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada tim yang bertugas yang sangat responsif terhadap permasalahan warganya.
"Dua hari yg lalu kami telah mengirim data, dan hari ini bantuan tersebut sudah ada, menandakan bahwa Kemensos hadir dan bergerak sangat cepat," bebernya.