MAKASSAR, BUKAMATA - Sempat selamat dari reruntuhan rumahnya akibat gempa magnitudo 6,2 di Mamuju, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Mamuju, Salihin Saleh, meninggal dunia.
Kabar berpulangnya almarhum beredar di grup WA "KAMI IMM UNHAS". Mengingat, almarhum bersama istrinya almarhumah dr Adriani Kadir, adalah alumni IMM yang juga pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulbar.
"Benar, saya diberikan info oleh sepupunya," ujar pengurus PW Muhammadiyah Sulsel, Haidir Fitra Siagian.
Salihin Saleh dikabarkan meninggal usai menjalani perawatan intensif selama enam hari di RS Pelamonia Makassar. Bendahara PW Muhammadiyah Sulbar itu meninggal pada pukul 09.30 Wita tadi pagi di RS Pelamonia.
Almarhum rencana dikebumikan di kampung halamannya, di Batu-batu, Kabupaten Soppeng, Sulsel.
Salihin sempat selamat saat gempa M 6,2 mengguncang Mamuju pada Jumat dini hari, 15 Januari 2021 lalu, dan merubuhkan rumahnya yang berlantai lima di Jl Pongtiku, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju.
Saat gempa mengguncang, Salihin dan istrinya, dr Adriani Kadir, berada di kamar lantai 3 rumahnya. Lalu, rubuh ke dasar. Salihin sempat tertimbun lemari pakaian, sehingga terhalang dari reruntuhan beton rumah. Sementara istrinya, dr Adriani Kadir, meninggal di tempat akibat tertimpa reruntuhan.
Ketiga anak mereka tidak berada di rumah saat bencana. Mereka sedang menuntut ilmu di Jawa.
BERITA TERKAIT
-
Pasca Gempa, Banjir Landa Mamuju Ibu Kota Sulawesi Barat, Netizen: Pray For Mamuju
-
Hubungi Gubernur Sulbar, Gubernur Sulsel Siap Bantu Penanganan Gempa di Mamuju
-
BNPB Imbau Warga Tetap Siaga dan Waspada Gempa Susulan di Mamuju
-
Warga Panik di Mamuju Akibat Gempa, Plafon Gedung PKK Mamuju Runtuh
-
Gempa Bumi Guncang Mamuju Sulbar 5,8 Magnitudo, Terasa Sampai di Pangkep