MAMUJU, BUKAMATA - Setelah mengirim Armada Pangan, Partai Gelora terus melayani korban gempa dengan mendirikan Klinik Lapangan, untuk Pelayanan Medis Korban Gempa Sulawesi Barat melalui kolaborasi dengan Blue Helmet.
Gempa yang menimpa Mamuju dan Majene ini, telah menelan korban jiwa sebanyak 84 orang. Di samping itu juga sekitar 15 ribu pengungsi yang keluar dari kota Mamuju mendirikan tenda-tenda di tempat ketinggian menghindari gempa susulan. Cuaca hujan dan kondisi tempat pengungsi juga berdampak buruk bagi kesehatan pengungsi termasuk bayi dan oramg tua lanjut usia sudah mulai mengalami sakit.
"Pengungsi sudah mulai mengalami sakit-sakit karena kondisi tenda dan cuaca hujan karena itu kami mendirikan klinik lapangan yamg khusus mengobati korban gempa," tutur Sulfiadi, Komandan Lapangan Blue Helmet.
Pendirian klinik lapangan ini sudah menjadi standar bagi operasional Blue Helmet setiap ada bencana.
"Mendirikan klinik kesehatan buat korban sudah standar setiap teejadi bencana" lanjut Sulfiadi.
Menurut dokter Anwas, tim medis Blue Helmet, penyakit yang muncul adalah penyakit Pernafasan, penvernaan, Kardiovaskuler, stroke, gatal-gatal dan juga masih ada penanganan luka jahitan bagi korban tertimpah bangunan.
"Sampai hari ini selasa sudah ada lebih 80+an pasien korban bencana yang berobat kelinik lapangan kami di samping juga tim medis kami juga melakukan pelayanan mobile ke tenda-tenda pengungsi," papar dr. Anwas.
BERITA TERKAIT
-
Fahri Hamzah: Banyak Orang Kaget Transformasi Besar-besaran yang Dilakukan Prabowo
-
Partai Gelora akan Gelar Bimtek II, Khusus Bahas Anggaran dan Keuangan Daerah di Tengah Ketidakpastian Situasi Geopolitik Global
-
Partai Gelora ‘Kick Off Program Capacity Building’, Program Peningkatan Kapasitas DPD
-
Tiga Prajurit TNI Gugur, Pemerintah Diminta Kaji Ulang Rencana Pengiriman Pasukan Penjaga Perdamaian ke Gaza
-
Anis Matta Ingatkan Indonesia akan Hadapi Hari-hari yang Berat ke Depan