MAMUJU, BUKAMATA - Kadis PU Mamuju, Salihin Saleh, selamat dari gempa. Namun tidak dengan istrinya, dr Adriani Kadir. Dokter yang berjiwa sosial itu, meninggal dunia akibat tertimbun reruntuhan rumahnya, akibat gempa magnitudo 6,2 pada Jumat dini hari lalu.
Kerabat Kadis PU Mamuju, Salihin Saleh, Syahril mengatakan, pada saat gempa magnitudo 6,2, Jumat dini hari, Salihin Saleh dan istri, dr Adriani Kadir sedang berada di kamar pribadinya, di lantai 3 rumahnya yang juga difungsikan sebagai klinik itu.
Lalu, gempa menggoyang Mamuju sekitar pukul 02.45 Wita. Rumahnya yang terletak di Jalan Pongtiku, Kelurahan Rimuku, Mamuju, ambruk. Salihin dan istrinya yang berada di lantai 3, langsung ambruk hingga ke dasar. Tertimbun reruntuhan.
Salihin beruntung. Sebelum ditimpa dinding batu bata dan beton, dia terlebih dahulu ditimpa lemari pakaian. Isi lemari itu yang terdiri atas pakaian dan sajadah, tumpah menutupi tubuh Salihin. Lalu lemari menimpa tubuhnya, kemudian disusul tembok. Tubuh Salihin hanya memar.
Akan tetapi, istrinya, tertimpa langsung material bangunan. Sang istri langsung meninggal di tempat.
"Sekarang Pak Kadis pulang kampung di Soppeng. Kalau istrinya sudah selesai dimakamkan di Rappang (Sidrap)," kata Syahril dikutip dari detik.
Keduanya meninggalkan tiga anak. Saat gempa, ketiganya sedang berada di Jawa, menempuh pendidikan.
BERITA TERKAIT
-
Pasca Gempa, Banjir Landa Mamuju Ibu Kota Sulawesi Barat, Netizen: Pray For Mamuju
-
Hubungi Gubernur Sulbar, Gubernur Sulsel Siap Bantu Penanganan Gempa di Mamuju
-
BNPB Imbau Warga Tetap Siaga dan Waspada Gempa Susulan di Mamuju
-
Warga Panik di Mamuju Akibat Gempa, Plafon Gedung PKK Mamuju Runtuh
-
Gempa Bumi Guncang Mamuju Sulbar 5,8 Magnitudo, Terasa Sampai di Pangkep