MAMUJU, BUKAMATA - Situasi terkini pasca gempa Sulbar menunjukkan, listrik di sebagian Kabupaten Majene dan Mamuju sudah mulai menyala. Pengungsi masih berkumpul di beberapa titik sepanjang Jalan Poros Majene-Mamuju. Sebagian kondisi pengungsian masih memprihatinkan.
“Jalur Majene-Mamuju terutama daerah Tapalang saat ini banyak titik longsor yang mengakibatkan kemacetan panjang. Alhamudillah armada Blue Helmet bisa tembus setelah tertahan selama kurang lebih 3 jam” Jelas Sulfiadi, Jendral Lapangan Operasi Blue Helmet.
Lebih lanjut Sulfiadi menjelaskan, saat mengalami kemacetan yang panjang di jalur Majene-Mamuju, Tim Medis Blue Helmet bertemu seorang wanita meminta pertolongan dari medis di jalan lokasi macet, dan meminta agar tim medis bisa mengobati ibunya yang renta dan sakit akibat jatuh saat gempa terjadi.
“Tim dokter Blue Helmet langsung merespons panggilan itu. Dokter Anwas Nuas Sp. N yang langsung turun mengobati dan memberikan obat-obatan yang dibutuhkan. Bagi kami kondisi pasien sangat memprihatinkan, karena di saat itu mereka hanya bermodalkan selembar terpal yang dijadikan atap dan tanpa dinding. Kondisi lantai penuh yang becek dan banyak rumputnya makin membuat tidak nyaman mereka. Bayangkan betapa menderitanya. Semoga perhatian kita bisa lebih maksimal untuk ini,” tambah Sulfiadi.
Sampai informasi ini diperoleh, satu unit Armada Pangan Blue Helmet Partai Gelora yang berisi logistik dan obat-obatan, sudah berhasil masuk Kota mamuju tadi malam.
BERITA TERKAIT
-
Kader Gelora Diminta Bantu Korban Banjir dan Longsor di Sumatera, Blue Helmet Siap Diterjunkan
-
Blue Helmet Evakuasi Korban dan Keliling Bersihkan Rumah Warga yang Terdampak Banjir Bekasi
-
Blue Helmet Indonesia Gelar Program Berbagi "Tebar Satu Juta Paket Ramadan"
-
Blue Helmet Rekrut Relawan Kemanusiaan Lewat DIKMASA
-
Relawan Blue Helmet Bantu Makanan Ternak Warga Terdampak Bencana Semeru