PINRANG, BUKAMATA - Sertu Palemba betugas di Mamuju, Sulbar. Tepatnya di Makorem 142/Ttg. Dia tinggal di Rusun Makorem 142/Ttg, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulbar.
Sebelum ke Mamuju, Sertu Palemba bertugas di Parepare. Karenanya, istrinya, Juhida, dan tiga anaknya menetap di Parepare, meski asal mereka dari Pinrang, Sulsel.
Rabu, 13 Januari 2021. Juhida mengunjungi sang suami. Dia tak sendiri, tapi memboyong tiga anaknya, termasuk putra sulungnya, Muhammad Andra Palemba (14). Hitung-hitung berlibur di kota yang terletak di punggung Sulawesi itu.
Baru sehari, mereka sudah diguncang gempa. Kekuatan gempa pada Kamis, 14 Januari 2021 sore pukul 14.35 Wita itu sekitar magnitudo 5,9.
Mereka sempat berlarian. Namun segera reda. Mereka mengira itu gempa penghabisan. Ketika mereka lelap pada Jumat dini hari, sekitar pukul 02.45 Wita, sebuah guncangan lebih keras, menggoyang mereka. Kekuatannya magnitudo 6,2.
Bangunan rumah susun yang mereka tempati rubuh. Reruntuhannya menimbun Sertu Palemba, istrinya Juhida dan tiga anaknya. Empat orang selamat. Sayang, nyawa sang putra sulung, Muhammad Andra Palemba tak tertolong. Beton dan batu bata rusun telah mengakhiri hidup bocah yang beranjak remaja itu.
Jenazah Muhammad Andra dimakamkan di kampung halaman ibunya, di Bulisu, Kelurahan Kassa, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang. Jenazah Andra tiba di Pinrang, Sabtu, (16/01/2021) sekitar pukul 01.00 Wita.
"Iye, sudah dimakamkan tadi Sekitar jam 10 pagi," ungkap Sertu Palemba.
Penulis: Junaedi
BERITA TERKAIT
-
Pasca Gempa, Banjir Landa Mamuju Ibu Kota Sulawesi Barat, Netizen: Pray For Mamuju
-
Hubungi Gubernur Sulbar, Gubernur Sulsel Siap Bantu Penanganan Gempa di Mamuju
-
BNPB Imbau Warga Tetap Siaga dan Waspada Gempa Susulan di Mamuju
-
Warga Panik di Mamuju Akibat Gempa, Plafon Gedung PKK Mamuju Runtuh
-
Gempa Bumi Guncang Mamuju Sulbar 5,8 Magnitudo, Terasa Sampai di Pangkep