MAMUJU, BUKAMATA - Jumat, 15 Januari 2021. Tim SAR menyibak puing demi puing material reruntuhan bangunan. Ada seng. Tembok batu bata. Juga ada beton. Hingga pasukan berseragam oranye itu terhenyak. Ada dua jasad ditemukan di sebuah reruntuhan rumah makan, di Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Mamuju, Sulbar.
Yang membuat pasukan oranye itu sejenak terdiam, jenazah itu ditemukan sedang berpelukan. Mereka adalah pasangan suami istri, Bahranto dan istrinya.
Salah seorang kolega pasangan suami istri itu, Sulasmi menyebutkan, mereka mengelola rumah makan itu. Baru dua hari beroperasi. Total, kedua korban baru lima hari mendiami bangunan itu. Tiga hari membenahi, dan dua hari beroperasi. Bangunan ruko itu mereka sewa Rp55 juta setahun.
Tiba-tiba, pada subuh hari, sekitar pukul 02.45 Wita, gempa magnitudo 6,2 mengguncang. Bangunan itu pun ambruk. Menimbun Bahranto dan istrinya. Juga dua karyawannya. Sedang kedua anak Bahranto, sedang menuntut ilmu di Jawa.
Bahranto dikenal sebagai sosok periang, juga mudah bergaul. Itu diungkap Habib, salah seorang warga setempat.
Korban jiwa di Majene dan Mamuju, total sudah sekira 40-an orang. Luka-luka ada 600-an. Sekira 15 ribuan orang masih mengungsi. Ada 10 rumah rata dengan tanah, 100-an lainnya rusak ringan.
BMKG masih mengingatkan warga untuk menjauhi bangunan yang rawan rubuh. Juga menjauhi pantai. Sebab, diprediksi masih ada gempa-gempa susulan.
BERITA TERKAIT
-
Pasca Gempa, Banjir Landa Mamuju Ibu Kota Sulawesi Barat, Netizen: Pray For Mamuju
-
Hubungi Gubernur Sulbar, Gubernur Sulsel Siap Bantu Penanganan Gempa di Mamuju
-
BNPB Imbau Warga Tetap Siaga dan Waspada Gempa Susulan di Mamuju
-
Warga Panik di Mamuju Akibat Gempa, Plafon Gedung PKK Mamuju Runtuh
-
Gempa Bumi Guncang Mamuju Sulbar 5,8 Magnitudo, Terasa Sampai di Pangkep