Redaksi
Redaksi

Sabtu, 16 Januari 2021 14:41

Tim SAR terus melakukan pencarian korban di bawah reruntuhan bangunan akibat gempa di Mamuju.
Tim SAR terus melakukan pencarian korban di bawah reruntuhan bangunan akibat gempa di Mamuju.

Suami Istri Ini Tewas Berpelukan di Balik Reruntuhan Bangunan di Mamuju

Sepasang suami istri ditemukan berpelukan di balik reruntuhan bangunan di Mamuju, Sulbar, pasca gempa M 6,2 melanda daerah itu.

MAMUJU, BUKAMATA - Jumat, 15 Januari 2021. Tim SAR menyibak puing demi puing material reruntuhan bangunan. Ada seng. Tembok batu bata. Juga ada beton. Hingga pasukan berseragam oranye itu terhenyak. Ada dua jasad ditemukan di sebuah reruntuhan rumah makan, di Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Mamuju, Sulbar.

Yang membuat pasukan oranye itu sejenak terdiam, jenazah itu ditemukan sedang berpelukan. Mereka adalah pasangan suami istri, Bahranto dan istrinya.

Salah seorang kolega pasangan suami istri itu, Sulasmi menyebutkan, mereka mengelola rumah makan itu. Baru dua hari beroperasi. Total, kedua korban baru lima hari mendiami bangunan itu. Tiga hari membenahi, dan dua hari beroperasi. Bangunan ruko itu mereka sewa Rp55 juta setahun.

Tiba-tiba, pada subuh hari, sekitar pukul 02.45 Wita, gempa magnitudo 6,2 mengguncang. Bangunan itu pun ambruk. Menimbun Bahranto dan istrinya. Juga dua karyawannya. Sedang kedua anak Bahranto, sedang menuntut ilmu di Jawa.

Bahranto dikenal sebagai sosok periang, juga mudah bergaul. Itu diungkap Habib, salah seorang warga setempat.

Korban jiwa di Majene dan Mamuju, total sudah sekira 40-an orang. Luka-luka ada 600-an. Sekira 15 ribuan orang masih mengungsi. Ada 10 rumah rata dengan tanah, 100-an lainnya rusak ringan.

BMKG masih mengingatkan warga untuk menjauhi bangunan yang rawan rubuh. Juga menjauhi pantai. Sebab, diprediksi masih ada gempa-gempa susulan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Gempa Mamuju #Korban gempa Mamuju