Redaksi : Sabtu, 16 Januari 2021 15:07
Bupati Barru, Suardi Saleh ikut salat jenazah salah satu warganya yang jadi korban gempa Sulbar. Hingga mengantar ke pemakaman di Bojo, Barru.

BARRU, BUKAMATA - Gempa magnitudo (M) 6,2 yang mengguncang Majene dan Mamuju, Sulbar, pada Jumat dini hari kemarin, telah merenggut korban jiwa 42 orang. Salah satunya, menantu mantan Anggota DPRD Barru, Hj Sukma Mukhtar.

Almarhumah bernama Hj Nurasia, dikebumikan di Pekuburan Umum Desa Bojo, siang tadi, Sabtu (16/1/2021). Alumni SMP Negeri 1 Parepare itu, tewas tertimbun reruntuhan rumahnya.

Mendengar kabar duka ini, Bupati Barru, Ir. H. Suardi Saleh M.Si yang selalu merasa terpanggil memberi perhatian dan berempati baik kondisi suka maupun duka rakyatnya, hadir di pemakaman. Suardi tampak khusyuk mengikuti penyelenggaraan salat jenazah dan mengantar almarhumah Hj. Nurasia hingga ke peristirahatan terakhirnya.

"Kita sangat prihatin atas bencana ini. Apalagi, warga Barru menjadi salah satu korbannya. Semoga almarhumah diterima segenap amalan kebaikan dan keluarga yang ditinggalkan dapat tabah melalui ujian ini," sebut Bupati Suardi Saleh yang pada hari bencana, telah mengeluarkan kebijakan membuka posko penerimaan bantuan untuk Gempa Sulbar.

Sedari prosesi awal hingga memberi penghormatan terakhir di pekuburan Desa Bojo, Suardi Saleh terlihat berbaur dengan Keluarga besar Hj. Sukma Mukhtar, larut dalam duka dan berlapang dada menerima takdir ini.
Beliau terlihat didampingi pejabat Kepala Bapenda, Ushuluddin yang juga ipar almarhumah serta Kades Bojo Arifin Tinulu.

Hj. Sukma Mukhtar sendiri, merupakan tokoh perempuan Bojo yang dikenal sebagai pengusaha sukses dan politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dia menjabat anggota DPRD Barru pada 2018-2019, saat PAW menggantikan koleganya sesama Dapil Mallusetasi, almarhum H. Sirua Mustafa.

Berdasarkan data pagi tadi, Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa di Provinsi Sulawesi Barat menjadi 42 orang. Perinciannya, 34 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan 8 orang di Kabupaten Majane.