Redaksi : Sabtu, 16 Januari 2021 18:58
Sitti Fatimah dan putranya di ICU RSU Andi Makkasau Parepare.

PAREPARE, BUKAMATA - Jumat dini hari, 15 Januari 2021. Sitti Fatimah (35) belum tidur. Dia sedang menidurkan balitanya, Erfandi yang berusia 3 tahun di rumahnya Tappalan, Kecamatan Simboro dan Kepulauan, Mamuju, Sulbar. Jarum jam menunjukkan pukul 02.30 Wita.

Tiba-tiba bumi bergoyang. Sangat hebat. Bangunan tiba-tiba ambruk. Naluri keibuan Sitti membuatnya bangkit dan menjadikan badannya tameng, melindungi putra semata wayangnya itu dari reruntuhan.

Puing-puing bangunan, jatuh ke punggung Sitti. Badannya memar. Namun, ada puing-puing yang lolos, mengenai kepala balitanya. Bocah itu tak sadarkan diri.

Sitti lalu bangkit. Sekuat tenaga menggendong Erfandi bersama suaminya. Mereka ke halaman. Teriakannya keras, meminta tolong. Namun, orang-orang sibuk menyelamatkan diri masing-masing.

Bocah di gendongannya pingsan. Sang ayah lalu memberi napas buatan. Bocah itu kemudian tersadar. Lalu muntah-muntah.

Mereka kemudian berlari ke tempat yang lebih tinggi. Bayangan tsunami membuat mereka memgerahkan tenaga di subuh yang gelap itu.

"Akhirnya saya dan suami berjalan kaki sambil menggendong anak ke jalan poros mencari pertolongan, sampai pagi baru ketemu tim medis," ujar Sitti seperti disitat dari Detik.

Namun obat terbatas. Hanya ada cairan infus. Sitti dan suaminya berinisiatif ke Kota Mamuju. Namun terhambat jalan longsor.

Sitti terus memutar otak. Di benaknya, keselamatan sang buah hati adalah hal utama. Nyaris putus asa, ketika suaminya menemukan ada mobil relawan yang hendak balik ke Makassar.

"Saya langsung berpikir ikut saja. Yang penting bisa keluar dulu dari lokasi bencana, apakah nanti sampai di Parepare atau Makassar, itu urusan belakang," tuturnya.

Fatimah baru merasa tenang setelah sampai di Kota Parepare. Putranya langsung mendapatkan penanganan medis.

Awalnya diterima di RS Sumantri. Lalu dirujuk ke RSU Andi Makkasau. "Alhamdulillah pelayanan di RS ini sangat baik, kami terlayani dengan baik," ujarnya di ruang ICU RSU Andi Makkasau, Kota Parepare, Sulawesi Selatan. 

Di RSU Andi Makkasau, ada 2 korban gempa Sulbar yang dirawat. Kasubid Asuhan dan Bina Keperawatan RSU Andi Makkasau, Firman mengatakan, keduanya dari Simboro, Mamuju.

Gempa berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang Majene dan Mamuju, merenggut 46 jiwa di kedua daerah di Sulbar itu. Ada 600-an orang luka-luka. Juga 15 ribuan pengungsi.

Penulis: Hana