Redaksi : Jumat, 15 Januari 2021 14:09
Tim SAR berusaha mengevakuasi warga dari reruntuhan bangunan akibat gempa di Mamuju, Sulbar.

MAMUJU, BUKAMATA - Sungguh dahsyat dampak dari gempa berkekuatan magnitudo 6,2 yang mengguncang Majene dan Mamuju, Sulbar, dini hari tadi. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar, jumlah korban di Majene dan Mamuju akibat gempa, sudah mencapai 27 orang.

Gempa yang mengguncang pada Jumat pukul 01.28 Wita itu, meluluhlantakkan sejumlah bangunan. Rata-rata korban jiwa akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Sebuah video beredar di media sosial. Memperlihatkan seorang ayah menangis sambil meminta tolong kepada warga, untuk segera mengeluarkan anaknya dari bangunan rubuh akibat gempa di Mamuju tersebut.

Video itu viral dan menjadi pebincangan warganet setelah banyak beredar di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @act_jabar.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un… Gempa dengan magnitudo 6,2 berlokasi di 6 km timur laut Majene, Sulawesi Barat dengan kedalaman 10 kilometer terjadi pukul 01.28 WIB Jumat dini hari, di saat sebagian besar warga tengah terlelap dalam tidur,” ditulis pada caption video seperti dilihat Bukamatanews, pada Jumat (15/1/2021).

Dalam video itu, tampak pria bersweater merah itu, beberapa kali melambaikan tangannya ke warga sambil menunjuk ke reruntuhan bangunan. Dia mengatakan, anaknya ada di dalam reruntuhan itu. Dia tak mampu menahan tangisnya.

Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, Darno Majid, dalam keterangannya, Jumat (15/1/2021) mengatakan, gempa yang sangat luar biasa yang berdampak kepada 2 kabupaten terdekat di Majene dan Mamuju. Di Mamuju kata dia, sudah 18 orang meninggal dunia, akibat runtuhan gempa dan Majene sudah tercatat 9 orang yang tewas. Sehingga total yang tewas 27 orang.

Sementara itu, yang luka-luka mencapai 700 orang. Sebanyak 15 ribu warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by ACT BANDUNG (JAWA BARAT) (@act_jabar)