MAMUJU, BUKAMATA - Jumat, 15 Januari 2021. Salat subuh baru saja usai. Pukul 05.00 Wita ketika itu. Telepon Haedar berdering. Dari suami Hj Nurasia, sepupunya di Mamuju.
Suara itu terdengar lirih dari seberang. Mengabarkan, istrinya, Hj Nurasia meninggal dunia. Gempa mengguncang di pagi buta sekitar pukul 01.45 Wita, saat warga Majene dan Mamuju sedang lelap dalam tidurnya. Membuat rumah yang dia tinggali di Jl KS Tubun, rubuh. Rata dengan tanah. Reruntuhannya menimbun istrinya. Membuat pendarahan di kepala wanita cantik alumni SMP Negeri 1 Parepare angkatan 1997 itu. Sang istri pun tewas.
"Adik saya menjadi salah satu korban gempa bumi di sana, sementara kami menunggu jenazah untuk dikembalikan ke Parepare," ujar kakak Nurasia, Jamil Rusli dengan lirih.
Saat ditemui di kediamannya di Jalan Andi Makkasau, Kota Parepare, Sulsel, Jumat (15/1/2021), Jamil tampak tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Saat ini, dia sementara mengirim ambulans untuk menjemput jenazah adiknya. Kabar terakhir, ambulans sudah berada di Majene.
Kisah pilu lainnya datang dari seorang anak kecil. Videonya beredar. Dia tak bisa bergerak. Puing-puing beton dan besi menghimpit tubuhnya. Di dekatnya masih ada guling pink. Tampaknya, itu di dalam kamar tidurnya. Dia lelap saat gempa. Begitu terbangun, tubuhnya sudah dihimpit beton.
Suara pria di dalam video kemudian bertanya, "Siapa namata dek?". Dengan tersengal, bocah wanita itu menjawab, "Angel". "Siapa itu di sebelahta?" tanya pria itu lagi. "Catherin," jawab bocah yang mengaku bernama Angel itu. "Masih bernapas ji?" tanya pria itu lagi. "Masih ada suaranya. Tapi susahmi," jawab Angel sambil tersengal.
Lalu, pria itu menawari minum. "Masih mau minum dek?". Angel lalu menjawab, "Sudahmi. Sebentarpi." Suaranya masih tersengal. Pria dalam video itu menyebutkan, itu di Jl KS Tubun 3, Mamuju.
Video lainnya juga beredar di media sosial. Viral. Bukamatanews.id melihatnya di instagram @act-jabar. Seorang pria bersweater merah menjerit pilu. Tangannya menggapai-gapai ke orang banyak. Meminta tolong anaknya dikeluarkan dari bawah reruntuhan bangunan. Dia terus menjerit, berharap anaknya bisa diselamatkan.
Gempa berkekuatan magnitudo 6,2 yang mengguncang Majene dan Mamuju, Sulbar, dini hari tadi selain meruntuhkan bangunan, juga menyebabkan beberapa korban jiwa. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar, jumlah korban di Majene dan Mamuju akibat gempa, sudah mencapai 27 orang.
Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, Darno Majid, dalam keterangannya, Jumat (15/1/2021) mengatakan, gempa yang sangat luar biasa yang berdampak kepada 2 kabupaten terdekat di Majene dan Mamuju. Di Mamuju kata dia, sudah 18 orang meninggal dunia, akibat runtuhan gempa dan Majene sudah tercatat 9 orang yang tewas. Sehingga total yang tewas 27 orang.
Sementara itu, yang luka-luka mencapai 700 orang. Sebanyak 15 ribu warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
BERITA TERKAIT
-
Pasca Gempa, Banjir Landa Mamuju Ibu Kota Sulawesi Barat, Netizen: Pray For Mamuju
-
Hubungi Gubernur Sulbar, Gubernur Sulsel Siap Bantu Penanganan Gempa di Mamuju
-
BNPB Imbau Warga Tetap Siaga dan Waspada Gempa Susulan di Mamuju
-
Warga Panik di Mamuju Akibat Gempa, Plafon Gedung PKK Mamuju Runtuh
-
Gempa Bumi Guncang Mamuju Sulbar 5,8 Magnitudo, Terasa Sampai di Pangkep